Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penting Mengajar Anak Berpikir Kritis Sejak Dini

Para orang tua khususnya ibu harus memahami bahwa usia 0-2 tahun merupakan masa krusial pada anak.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  22:22 WIB
Anak bermain bersama orangtua selama pandemi virus corona (Covid/19)
Anak bermain bersama orangtua selama pandemi virus corona (Covid/19)

Bisnis.com, JAKARTA - Setiap manusia lahir ke dunia dengan seluruh sel otak yang jumlahnya bisa mencapai lebih dari 100 triliun sel tergantung dari kualitas kehamilan, tetapi hal ini baru dapat berfungsi hanya jika adanya stimulasi yang tepat.

Prof. Netti Herawati Guru Besar Bidang Gizi dan Pangan & Pakar PAUD dari Himpaudi menyebutkan bahwa para orang tua khususnya ibu harus memahami bahwa usia 0-2 tahun merupakan masa krusial pada anak.

Sebab, jika pada masa itu sel otak anak tidak tersambung atau terstimulasi dengan baik maka akan terjadi fase penghapusan sel otak atau yang lebih dikenal dengan istilah use it or loose it.

Hal ini, sambungnya, sangat ditentukan oleh kualitas dan kuantitas stimulasi karena setiap detik terjadi 1,68 juta sambungan sel otak. Adapun kualitas stimulasi pada anak sangat terkait erat pada aspek perkembangan atas apa saja yang disimulasikan pada anak, apakah dengan cara yang tepat atau tidak.

Untuk itu, Netti membagikan beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua demi keberhasilan keberlangsungan pendidikan anak usia dini.

Pertama, sedari dini anak harus dilatih berpikir kritis atau 'critical thinking', ini disebabkan karena saat ini terlalu banyaknya informasi yang diterima anak sehingga dengan berlatih berpikir kritis, anak akan terlatih untuk memilah informasi mana yang berguna, dan mana yang tidak.

“Selain itu anak juga harus dilatih untuk berpikir kreatif dan mengembangkan kemampuan kognitif agar memiliki daya juang lebih, terlebih di era pandemi seperti ini,” ujarnya dalam webinar parenting Popok Baby Happy, Selasa (16/2/2021).

Kedua, orang tua juga harus memperhatikan nutrisi gizi bagi tumbuh kembang anak. Ketiga, orang tua dihimbau untuk memberikan nutrisi hati kepada anak agar anak tidak memiliki trauma atau luka masa kecil yang bisa dibawa hingga dewasa nanti.

“Para orang tua terutama Ibu pun harus paham pola komunikasi yang baik dan benar dengan anak karena itu juga merupakan aspek stimulasi yang penting pada anak usia dini,” tuturnya.

Untuk itu, para orang tua dapat mulai mendaftarkan anak pada fasilitas pendidikan sejak usia 2 tahun, sedini mungkin agar dapat mengembangkan karakter dan life skill. “Guru dapat membuat rencana kegiatan pembelajaran, orang tua dapat mengimplementasikan rencana kegiatan dari rumah,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

guru Virus Corona Anak-anak Paud pendidikan anak usia dini
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top