Ayahanda Momo Geisha Meninggal, Sosok Jabonar Sinaga di Mata Momo

Vokalis grup band Geisha, Narova Morina Sinaga, atau dikenal sebagai Momo Geisha, mengungkapkan peran penting sang ayah, Jabonar Sinaga, dalam keberhasilan karir musiknya.
Newswire | 21 September 2017 10:00 WIB
Vokalis Grup Band Geisha Narova Morina Sinaga atau Momo Geisha (tengah) didampingi keluarga melihat jasad ayahnya Jabonar Sinaga di rumah duka Jalan Kurnia Pekanbaru, Riau, Rabu (20/9/2017). Ayah Momo meninggal pada Selasa (19/9/2017) di Rengat Kabupaten Indragiri Hulu, Riau akibat penyakit jantung. - Antara

Bisnis.com, PEKANBARU - Vokalis grup band Geisha, Narova Morina Sinaga, atau dikenal sebagai Momo Geisha, mengungkapkan peran penting sang ayah, Jabonar Sinaga, dalam keberhasilan karir musiknya.

Momo menuturkan bagaimana sang ayah, yang meninggal dunia pada usia 69 tahun pada Selasa malam (19/9/2017), sudah menempa dia sejak kecil.

Menurut Momo, ketegasan dan disiplin yang ditanamkan sang ayah kepadanya sejak kecil punya peran besar dalam pencapaiannya di dunia musik.

Dia juga mengenang bagaimana ayahnya sering secara tidak langsung memuji dan membanggakan prestasinya.

"Dari kecil kalau ada tamu datang saya dipanggil, dikenalin. Bapak ceritain aku ke temannya, lalu aku disuruh salam, 'Morina juara satu ia'... Ini kata Uda," katanya kepada Antara.

"Bapak dari aku waktu kecil selalu banggain aku ke temannya, saudaranya, walaupun di depan kita enggak pernah ngomong dan langsung memuji, karena Bapak orangnya gengsian untuk memuji, tetapi aku tahu dia bangga atas karirku," ujar Momo.

Dia tidak menyangka bapaknya pergi begitu cepat, dan mengungkapkan rencana-rencananya untuk sang bapak yang belum sempat terwujud.

"Saya sangat ingin membawa ayah jalan-jalan, tetapi ia memang belum dan tidak pernah mau, almarhum orangnya pekerja keras dan gigih dalam mencari hidup," tutur Momo, matanya terlihat berkaca- kaca.

Momo mengatakan dia pernah mengajak ayahnya berlibur ke Bali, namun gagal karena sang ayah memilih menyelesaikan tugas dan tanggung jawab sebagai penasihat dan pekerja di harian Riau Pos.

Momo memulai karir musik dari grup band bernama Jingga, yang personelnya meliputi Febri (drummer), Robby Satria (gitaris), Ahmad Rasyid atau Aan (gitaris), Rahmad Ramadhan atau Amek (keyboardist) dan Ashari Aulia atau Nard (bassis).

Nama Jingga melambung setelah menjadi finalis ajang A Mild Live Wanted di 2007, dan sempat meluncurkan beberapa single seperti "Untuk Selamanya", "Sya La La", "Cinta Lama Bersemi Kembali" (CLBK) dan "Cintaku Hilang".

Setelah Febri pindah ke kota lain untuk studi dan meninggalkan grup, personel Jingga memutuskan untuk menggunakan nama Geisha.

"Kita mengambil sisi positifnya, yaitu penghibur, karena tujuan Geisha untuk menghibur penggemar, yang kita anggap raja," kata Momo.

Geisha mengawali karir dari panggung ke panggung, melalui perjalanan keras sebelum sukses seperti sekarang.

"Kita pernah dibayar pakai nasi sama es teh manis doang, dibayar pakai beras juga pernah. Itu waktu di Pekan Baru," kata Momo.

Geisha meneken kontrak dengan Musica Studios pada 2009. Album pertama mereka, "Anugrah Terindah", keluar September 2009 yang meliputi single "Jika Cinta Dia". Album ini menjadi album Indonesia terlaris ketiga sepanjang 2010.

Album kedua mereka yang berjudul "Meraih Bintang" juga menempati posisi puncak album terlaris sepanjang 2011 selama tujuh minggu. Single "Cinta dan Benci" dari album ini berhasil masuk top 25 lagu 2011.

Selang dua tahun, Geisha hadir dengan album ketiga "Seleksi Hits", menampilkan lagu hit seperti "Jika Cinta Dia" dan "Kamu Yang Pertama".

 

Sumber : Antara

Tag : selebritas
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top