Indonesia gelar Pertemuan Batik Dunia

JAKARTA Indonesia akan menyelenggarakan Pertemuan Batik Dunia (World Batik Summit/WBS) pada 28 September sampai 2 Oktober 2011 di Balai Sidang Jakarta dengan tema "Indonesia Global Home of Batik".WBS ini diselenggarakan untuk memfasilitasi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 September 2011  |  21:21 WIB

JAKARTA Indonesia akan menyelenggarakan Pertemuan Batik Dunia (World Batik Summit/WBS) pada 28 September sampai 2 Oktober 2011 di Balai Sidang Jakarta dengan tema "Indonesia Global Home of Batik".WBS ini diselenggarakan untuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan evaluasi mengenai teknik produksi, ide-ide praktis dan metode pemasaran batik, menurut siaran pers panitia WBS yang diterima di Jakarta, Jumat."Sampai sejauh ini sudah 617 peserta yang terdiri dari 117 peserta luar negri dan sisanya dari dalam negeri," kata Ketua Panitia WBS, Doddy Soepardi.Acara ini diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia dengan Menteri Perdagangan sebagai koordinator penyelenggara WBS 2011. Pemerintah bekerja sama dengan Yayasan Batik Indonesia untuk mengatur acara ini.Program utama WBS adalah Konferensi Batik Dunia (World Batik Conference) dan Pameran Batik Dunia (World Batik Exhibition)"Bobot utama WBS terletak pada Konferensi Batik Dunia karena di situlah masukan pemerhati batik dunia akan menentukan perkembangan batik," kata Doddy.Menurut Doddy, Konferensi Batik Dunia akan dihadiri sembilan pakar dan pemerhati batik dari luar negri dan tiga dari dalam negri. Sembilan pakar tersebut empat di antaranya dari Jerman, dua dari Inggris, dua dari Australia, dan satu dari Jepang."Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan perajin batik dan pembahasan secara komprehensif mengenai peranan batik sebagai daya tarik wisata," kata salah satu pendiri Yayayasan Batik Indonesia, Dipo Alam.Pertemuan Batik Dunia pertama kali diselenggarakan pada tahun 1997 dan penyelenggaraan acara ini merupakan yang ke dua.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Antara

Editor : Marissa Saraswati
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top