Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BBJ gelar Festival Rakyat dan Wayang Kulit

JAKARTA: Bentara Budaya Jakarta (BBJ)  menyelenggarakan "Festival Rakyat & Pentas Wayang Kampung Sebelah" pada 28 september dengan menampilkan berbagai barang kerajinan rakyat maupun jenis seni yang khas.Festival rakyat ini sendiri
Inria Zulfikar
Inria Zulfikar - Bisnis.com 25 September 2011  |  11:23 WIB

JAKARTA: Bentara Budaya Jakarta (BBJ)  menyelenggarakan "Festival Rakyat & Pentas Wayang Kampung Sebelah" pada 28 september dengan menampilkan berbagai barang kerajinan rakyat maupun jenis seni yang khas.Festival rakyat ini sendiri berlangsung  sampai 2 Oktober 2011. "Festival rakya t ini diselenggarakan untuk merayakan HUT ke-80 pimpinan Kompas Gramedia, Jakob Oetama," demikian siaran pers BBJ hari ini. Materi untuk kegiatan pameran dan pasar seni ini didatangkan dari berbagai daerah. Sebutlah misalnya keramik dari Pejaten Bali, gerabah Pagerjurang Klaten Jawa Tengah dan Kasongan Yogyakarta.Sementara batik didatangkan dari Garut, Tasikmalaya, Indramayu, dan Gresik  Jawa Timur. Lukisan kaca dari Cirebon. Kelom geulis dan payung dari Tasikmalaya. Celengan Malo dari Bojonegoro. Topeng kayu dari Indramayu.Para perajin dan senimannya adalah mereka yang sudah pernah berpameran dan menggelar karyanya di Bentara Budaya Jakarta.   Pada hari pertama festival Kamis, 29 September 2011  pk. 19.00 bakal digelar sebuah pertunjukan yang juga bersifat merakyat,  yaitu berupa pementasan wayang kulit masa kini oleh kelompok Wayang Kampung Sebelah dari Solo.  Ini genre wayang yang baru berdasar cerita rakyat di dalam kehidupan kontemporer kita sekarang ini. Boneka-boneka dibuat dari kulit, berbentuk sosok-sosok manusia modern mencerminkan tokoh-tokoh nyata di dalam kehidupan sehari-hari seperti  penarik becak, bakul jamu, preman, pelacur, pak RT, Pak lurah, sampai pejabat tinggi tingkat pemerintah kota.   Pagelaran wayang baru ini biasanya penuh dengan sindiran dan kritik yang tajam terhadap berbagai penyimpangan atau kebobrokan oleh para elit yang menyengsarakan warga. Semua  itu dikemas di dalam berbagai adegan yang penuh humor sehingga suasana pertunjukan menjadi segar.Musik digarap secara baru (dirancang oleh Yayat yang juga memainkan jimbe) dengan ansambel berisi perkusi,  bas, saxophone, flute, gitar, dan kendang. Naskah, sutradara, dan dalang adalah Jlitheng Suparman, yang juga seorang dalang wayang kulit. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top