PAGELARAN SENI: Umahseni Pamerkan Bayang-Bayang Ingatan

JAKARTA: Umahseni@Menteng Art Space menyelenggarakan art talk tentang karya seni perupa Agung Kurniawan dengan pembicara Enin Supriyanto dan Alia Swastika pada 26 April 2012.Diskusi merupakan awal dari pameran karya Agung Kurniawan bertema ““Actus
Inria Zulfikar
Inria Zulfikar - Bisnis.com 22 April 2012  |  20:47 WIB

JAKARTA: Umahseni@Menteng Art Space menyelenggarakan art talk tentang karya seni perupa Agung Kurniawan dengan pembicara Enin Supriyanto dan Alia Swastika pada 26 April 2012.Diskusi merupakan awal dari pameran karya Agung Kurniawan bertema ““Actus Contritionis”  (Gambar Bayang-bayang Ingatan) yang akan dibuka secara resmi  pada 5 Mei 2012 di Umahseni@Menteng Art Space yang terletak di Jl. Suwiryo 11, Menteng, Jakarta.Jika kita mau mulai menerima dan memahami bahwa seni (rupa) adalah suatu ruang yang aktif dalam kegiatan masyarakat, seperti juga sains, ilmu, politik, atau bahkan agama, maka kita akan lebih mudah memahami berbagai pokok soal yang diajukan Agung Kurniawan dalam karya-karyanya.Hal ini karena pada umumnya Agung Kurniawan tidak menghadirkan karya melulu sebagai ekspresi dan representasi, tapi juga suatu eksperimentasi dan aksi untuk menggugah kesadaran kita akan situasi sosial di sekitar kita. Soal ini juga akan mengemuka dalam pameran tunggalnya kali ini.Meskipun Agung Kurniawan tidak begitu rajin berpameran tunggal di Indonesia, sesungguhnya Agung Kurniawan terus aktif berkarya dan berpartisipasi di berbagai acara seni rupa di Indonesia dan mancanegara. Juga, jika Anda sering berkunjung ke Jogja dan mampir di Kedai Kebun—rumah makan dan ruang pameran yang dikelola oleh pasangan Agung dan Neni—Anda akan sering menjumpai Agung sedang sibuk membuat sejumlah gambar atau rancangan karya (tentu saja kalau ia tidak sedang sibuk ‘bertanding sepakbola’ dengan mesin permainan PlayStation).Setelah pameran tunggalnya di Kendra Gallery, Bali sekitar setahun lalu, Agung kembali sibuk berkarya. Hasilnya adalah rangkaian karya yang akan tersaji dalam pameran di Umahseni kali ini: “Actus Contritionis” atau Gambar Bayang-bayang Ingatan.Tema “Actus Contritionis” memang merujuk pada liturgi Katholik, saat orang mengakui kesalahannya dan berdoa memohon ampunan Tuhan atas dosa-dosanya. Pengakuan adalah tindakan yang mendasarkan diri pada ingatan. Inilah premis dasar bagi serangkaian karya Agung Kurniawan yang terbaru ini.Karya-karya dalam pameran ini yang kesemuanya terjalin dalam hubungan yang kompleks antara bahan, teknik, isi akan tersaji dalam 3 kelompok presentasi. Kelompok 1 (Ruang Privat: Ingatan dan Bayang-bayang) adalah rangkaian karya yang menyajikan citraan-citraan yang dihadirkan Agung dari ingatannya tentang pengalaman masa kecilnya bersama keluarganya di rumah.Dalam kelompok ke-2 (Ruang Publik: Citra Kekerasan, Kekuasaan dan Seniman), pernyataan itu mulai menemui ketegangan etis-politis saat ingatan mulai beroperasi di ruang publik, tempat ia dibentuk oleh citraan hasil reproduksi media-massa. Atau, pada saat bersamaan: sejumlah hal terlupakan, hilang dari ingatan, karena dia tidak lagi mengalami reproduksi. Padahal, sejumlah persoalan kekerasan dan kesalahan sosial-politik dari masa lalu hanya layak diterima dan dihadapi jika kita punya kemampuan untuk mengingat dan kemudian menilainya dengan sikap kritis di masa sekarang.Di sini, pengakuan (dosa) dan ingatan bertemu: yang lupa harus diingatkan agar ia mampu mengaku dan bisa memohon ampun. Karya-karya Agung di bagian ini adalah tawaran bagi kita untuk masuk dalam proses anamnesis, menemukan pengetahuan dan pencerahan dari yang selama ini terlupakan.Pada kelompok 3 (Automaton: Mesin, Gambar, Ingatan), Agung Kurniawan menghadirkan mesin gambar-nya yang baru. Sebelumnya, mesin gambar sejenis telah ia sajikan dalam pameran ”JEDA: Serta-Merta Gambar” di LAF (10 September – 17 November 2011). Mesin gambar ini pada awalnya adalah perwujudan dari gagasan Agung Kurniawan mengenai gambar yang dianggapnya sebagai suatu wujud ekspresi estetik yang paling langsung dan bisa terlepas dari kerumitan niat dan kehendak si penggambar.(faa) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top