Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Seniman Korea Tampilkan Metafor di Edwins Gallery

JAKARTA: Sebanyak 12 perupa asal Korea Selatan menyelenggarakan pameran bersama di Edwin’s Gallery dengan tema “On Manner of  Performing” dan “Temporal Being” yang dibuka untuk umum mulai hari ini sampai 31 Mei 2012.
Inria Zulfikar
Inria Zulfikar - Bisnis.com 12 Mei 2012  |  18:02 WIB

JAKARTA: Sebanyak 12 perupa asal Korea Selatan menyelenggarakan pameran bersama di Edwin’s Gallery dengan tema “On Manner of  Performing” dan “Temporal Being” yang dibuka untuk umum mulai hari ini sampai 31 Mei 2012.

 

“Pameran dibagi dua, enam seniman yang senior di lantai 1 dan enam seniman muda di lantai 2,” kata pemilik Edwin’s Gallery Edwin Rahardjo.

 

Kurator Kim Inseon mengatakan bahwa dua tema ini merefleksikan karya dan proses pembuatannya. Tema pertama menggambarkan metafor dari para perupa, sedangkan tema kedua lebih mengedepankan waktu yang dihabiskan di balik proses pembuatan karya.

 

“Proses pembuatan karya sangat unik. Seniman Korea mencoba untuk menemukan gaya tersendiri. Mereka mencari material yang berbeda dan baru dalam setiap karya,” ujar Kim Inseon.

 

Enam seniman yang berpameran dengan tema “On Manner of Performing” adalah Donghyun Son, Hyelim Cha, Jinju Lee, Osang Gwon, Sungso Kim dan Yeesookyung.

 

Sementara itu seniman  yang memajang karya dengan tema “Temporal Being” adalah  Jaeyoung Jung, Kiwoun Shin, Sangah Choi, Sangsik Hong, Sungchul Hong dan Taehoon Choi.

 

Pameran seniman Korea ini cukup menarik perhatian. Sebut saja dua karya Sungchul Hong berjudul “String Hands” yang dibuat dengan material mixed media. Karya unik inimenampilkan gambar tangan. Dari jauh terlihat seperti gambar tiga dimensi.

Namun begitu diamati dari dekat, karya tersebut justru terbuat dari helaian senar (string) berlapis-lapis, sehingga membentuk seperti foto tiga dimensi. Puluhan atau bahkan ratusan senar berdiri di atas sepuluh lapis lubang kecil pada pigura besi. Warna pada gambar dihasilkan dari semprotan cat di atas senar elastis.

 

Sementara itu Osang Gwon memajang tiga karya patung berjudul  “Saint Bernard” (seekor anjing), “Sherpa” yang menggambarkan seorang lelaki memanggul kambing dan burung hantu di pundak kirinya serta “With Lean”, seorang lelaki berdiri tegak dengan perempuan di atas pundaknya.

 

Hal yang menarik dari patung karya Osang Gwon adalah media dan cara pembuatannya. Osang Gwon, mengombinasikan seni patung tradisional Korea dengan teknik modern.

 

Ilmu fotografi dan teknik printing berpadu dalam karyanya. Seluruh permukaan patung berbahan styrofoam, dilapisi potongan cetak foto, sehingga tampilan patung hampir terlihat nyata. Sebelumnya, Osang Gwon mengambil gambar objeknya secara 360 derajat.

 

Beda lagi dengan karya Taehoon Choi. Sebuah sofa tampak menyala. Tak ada bantal ataupun pelapis empuk di atas sofa. Stainless steel merupakan bahan utama sofa itu. Walaupun memiliki material keras, namun bentuk dan lekukan sofa terlihat sangat detail.

 

Besi-besi itu dipatri kemudian diberi corak garis-garis di permukaannya dan terlihat celah-celah putih saat lampu di dalamnya menyala. Taehoon Choi, tidak hanya membuat sofa, tapi juga meja, asbak lengkap dengan sebungkus rokok di atasnya, dan jaket yang tergantung di dinding.

 

Sementara itu di sisi sofa ada sepasang sepatu. Semuanya terbuat dari stainless steel dan lampu LED di dalamnya. (ea)

 

+ JANGAN LEWATKAN:

>10 ARTIKEL PILIHAN REDAKSI

5 KANAL TERPOPULER BISNIS.COM

10 Artikel MOST READ Bisnis.Com


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top