Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CINTA BUTA kata Koes Plus, Cinta itu duit kata survei

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 Mei 2012  |  13:14 WIB

 

JAKARTA: Ketika berkaitan dengan uang, ternyata cinta itu benar-benar buta atau setidaknya "mengganggu penglihatan", demikian kesimpulan hasil jajak pendapat yang dilakukan baru-baru ini. 
 
Dalam sebuah jajak pendapat yang melibatkan sekitar 1.000 orang, memperlihatkan sebagian besar pasangan mengakui bahwa masalah keuangan mempengaruhi keputusan mereka untuk menikah.
 
Sebanyak 41% dari responden mengatakan kebangkrutan pasangan di masa depan, tidak akan mempengaruhi keputusan mereka untuk menikah.
 
Namun, sekitar sepertiga dari responden mengatakan akan membatalkan pernikahan jika pasangan mereka bangkrut. Lebih dari seperempat responden menyatakan akan menunda pernikahan jika hal tersebut terjadi.
 
"Salah satu tantangan paling umum bagi pengantin baru adalah bagaimana menyatukan keuangan mereka," kata Carrie Braxdale, Direktur Utama di TD Ameritrade, Amerika, soal hasil jajak pendapat tersebut, seperti yang dikutip dari laman Business News Daily.
 
Untuk itu, Braxdale menyarankan para pasangan yang ingin mengikat tali pernikahan agar diantaranya mendiskusikan masalah keuangan mereka seperti soal utang dan investasi.
 
Sementara itu, informasi di TD Ameritrade Couples and Money ini berdasarkan jajak pendapat terhadap 1.000 orang. Penelitian itu dilakukan oleh Research Now, sebuah agensi online sampling dan pendataan.(antara/LN)
 
>> BACA JUGA:

>>> 5 KANAL TERPOPULER BISNIS.COM

>>> 10 ARTIKEL MOST VIEWED BISNIS.COM

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswires

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top