Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TIPS DIET: Kopi bikin panjang umur?

NEW YORK: Sebuah penelitian di AS menemukan bahwa kopi, berkafein atau bebas kafein, dapat membantu memperpanjang hidup orang yang meminumnya setiap hari.Menurut hasil penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine baru-baru ini menyebutkan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Mei 2012  |  06:42 WIB

NEW YORK: Sebuah penelitian di AS menemukan bahwa kopi, berkafein atau bebas kafein, dapat membantu memperpanjang hidup orang yang meminumnya setiap hari.Menurut hasil penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine baru-baru ini menyebutkan pria yang minum 2 sampai 3 cangkir sehari memiliki kesempatan 10% hidup lebih lama dari mereka yang tidak minum kopi, sementara perempuan memiliki keuntungan 13%.Pemimpin studi Neal Freedman mengatakan riset oleh para peneliti di National Cancer Institute (NCI) ini adalah yang terbesar untuk membandingkan peminum kopi dengan mereka yang menghindarinya.Penelitian itu untuk menentukan apakah minuman kopi dapat menunda risiko kematian akibat penyakit seperti jantung, diabetes atau penyakit pernapasan.Dia mengatakan bahwa belum jelas mengapa kopi dapat bermanfaat dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mempelajari pertanyaan itu."[Hasil ini] menawarkan sedikit jaminan untuk peminum kopi yang suka minum kopi yang tidak akan mempengaruhi kesehatan. Ini tampaknya tidak meningkatkan risiko seseorang meninggal," kata Freedman yang jadi peneliti di Divisi Epidemiologi Kanker dan Genetika NCI di Rockville, Maryland.Namun, tambahnya, hubungan antara kopi dan kematian belum jelas. "Ini adalah penelitian pengamatan sehingga kita tidak tahu secara pasti kopi memiliki sebab dan efek."Menurut perusahaan riset StudyLogic, orang Amerika minum 77,4 miliar cangkir kopi senilai US$35,8 miliar dalam 12 bulan hingga 30 Juni 2011.Sekitar 64% dari orang dewasa AS minum kopi setiap hari dan 73% meminumnya mingguan seperti dikatakan Asosiasi Kopi Nasional yang berbasis di New York. Mereka menyebutkan warga Amerika mengkonsumsi sekitar 3,2 cangkir kopi dalam sehari.Penelitian NasionalDalam riset ini para peneliti melibatkan lebih dari 402.000 pria dan wanita yang merupakan bagian dari Studi Kesehatan dan Diet Institut Kesehatan dan berusia 50 sampai 71 tahun pada awal percobaan.Konsumsi kopi dinilai satu waktu ketika pasien mengikuti percobaan. Mereka yang memiliki kanker, penyakit jantung dan stroke dikecualikan/dikeluarkan. Dari tahun 1995 sampai 2008, 33.731 pria dan 18.784 wanita meninggal.Studi ini menemukan bahwa pria yang minum 2 sampai 3 cangkir sehari memiliki risiko 14% lebih rendah meninggal akibat penyakit jantung dibanding mereka yang tidak minum kopi.Minum 2-3 cangkir kopi juga menurunkan risiko meninggal akibat penyakit pernafasan hingga 17% dan 16% penurunan peluang kematian akibat stroke dibanding yang tidak. Risiko kematian akibat diabetes juga turun 25%.Bagi WanitaWanita yang mengkonsumsi 2 sampai 3 cangkir kopi sehari memiliki kesempatan 15% lebih rendah meninggal akibat penyakit jantung.Risiko wanita meninggal akibat penyakit pernapasan juga turun 21%, 7% penurunan peluang kematian akibat stroke dan risiko 23% lebih rendah meninggal akibat diabetes jika mereka rutin minum kopi.Penelotoan menunjukkan dalam kebanyakan kasus, minum enam cangkir atau lebih kopi sehari untuk pria dan wanita menurunkan risiko lebih jauh.Kopi tidak berhubungan dengan rendahnya risiko kematian akibat kanker pada wanita. Riset itu melaporkan pada pria yang minum kopi paling banyak, ada kemungkinan sedikit lebih tinggi meninggal akibat kanker.Penelitian, yang didanai oleh Institut Kesehatan Nasional, kemungkinan tidak mencerminkan pola konsumsi kopi jangka panjang dan informasi tentang bagaimana kopi dibuat pun tidak termasuk dalam penelitian.Freedman mengatakan ada lebih dari 1.000 senyawa kopi yang dapat mempengaruhi kesehatan. Penelitian lebih lanjut diperlukan pada senyawa dan kopi yang memiliki efek terhadap risiko kematian pada orang dengan riwayat penyakit. (Bloomberg/mtb/arh) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top