Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

FASILITAS SANITASI: Tak memadai, negara bisa rugi Rp58 triliun!

MAKASSAR: Fasilitas sanitasi yang buruk dan tidak memadai berisiko signifikan mengganggu pertumbuhan ekonomi nasional, sebab, potensi kerugiannya bisa sampai Rp58 triliun per tahun!. Sekretaris Kelompok Kerja Air Minum & Penyehatan Lingkungan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 Mei 2012  |  20:38 WIB

MAKASSAR: Fasilitas sanitasi yang buruk dan tidak memadai berisiko signifikan mengganggu pertumbuhan ekonomi nasional, sebab, potensi kerugiannya bisa sampai Rp58 triliun per tahun!. Sekretaris Kelompok Kerja Air Minum & Penyehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan RI Maraita Listyasari mengatakan kebiasaan masyarakat yang kurang peduli dengan sanitasi diperparah dengan akses sanitasi yang kurang memadai, tidak hanya memberikan dampak buruk terhadap kesehatan tapi juga berpotensi berpengaruh signifikan terhadap sistem perekonomian. Studi Bank Dunia bersama kelompok kerja tersebut, menyebutkan potensi kerugian negara akibat sanitasi buruk akan setara dengan Rp58 triliun atau sama dengan 2,1% pertumbuhan domestik bruto Indonesia. Sanitasi yang buruk, ungkapnya, bisa mengakibatkan banyak wisatawan yang enggan untuk berkunjung, dan jika ini terjadi tentunya akan menurunkan PAD suatu daerah dari sektor pariwisata. "Ini pernah terjadi di Bali beberapa tahun lalu, dimana kunjungan wisatawan di daerah itu menurun drastis lantaran sanitasi yang buruk. Tapi sekarang dengan langkah perbaikan pemda setempat, pariwisata Bali akhirnya kembali bergeliat," ujarnya, hari ini, Rabu 30 Mei 2012. Selain itu, kata Maraita, subsektor perekonomian lainnya yang akan terpengaruh adalah aktivitas ekspor impor hasil laut. Salah satunya, udang ekspor Indonesia yang saat ini masih kurang diminati Jepang karena dihasilkan dari air yang tercemar. "Memang tidak merata di seluruh Indonesia, tetapi beberapa provinsi yang memiliki sanitasi buruk seperti Sulsel merasakan dampak ini," katanya. Kurang pedulinya warga terhadap sanitasi, juga berdampak langsung terhadap kalangan warga yang berpenghasilan harian, dengan dampak jangka panjang tingginya angka kemiskinan. USAID-IUWAIS berupaya menciptakan percontohan pengelolahan air besar dibeberapa kabupaten kota di Sulsel. Salah satunya di Kabupaten Jeneponto.(api)

 

 

BACA JUGA:

Skandal bola Liga Italia

Tender 3G molor, pemerintah bisa kena sanksi

Grasi Corby, apakah ada deal RI dengan Australia?

Sweeping software bajakan, BSA digugat


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Amri Nur Rahmat

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top