Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sedia ASURANSI Sebelum Sakit

BISNIS.COM, jAKARTA— Heal the world Make it a better place for you and for me and the entire human race. Petikan lirik lagu yang dipopulerkan Michael Jackson berjudul Heal the World diatas bermakna dalam.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 15 Juni 2013  |  06:04 WIB

BISNIS.COM, jAKARTA— Heal the world Make it a better place for you and for me and the entire human race. Petikan lirik lagu yang dipopulerkan Michael Jackson berjudul Heal the World diatas bermakna dalam.

Lirik itu mengampanyekan pesan perdamaian dan kesejahteraan warga dunia. Generasi mendatang, ujar mendiang King of Pop ini harus diselamatkan.

Rupanya, apa yang dilantunkan Jacko itu sejalan dengan visi pemerintah, lembaga, hingga perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan.

Kesehatan, saat ini bukan saja menjadi area milik pemerintah dan pihak rumah sakit saja, tetapi sudah dijadikan lahan bisnis bagi sebagian perusahaan (Bisnis Weekend edisi 16 Juni 2013).

Tak sedikit perusahaan seperti asuransi berlomba-lomba melebarkan lini bisnisnya di bidang asuransi kesehatan. Namun, seberapa optimistiskah perusahaan asuransi kesehatan menarik nasabah di tengah mahalnya biaya kesehatan?

Julian Noor, seorang pelaku industry asuransi, meyakini potensi besar dalam bisnis tersebut. Dia mengatakan asuransi kesehatan berbeda dengan produk asuransi lainnya.

Di asuransi ini, klaim selalu terjadi seiring gangguan kesehatan para nasabah yang datang secara tak terduga.

”Berbeda misalnya dengan asuransi kendaraan bermotor, bisa saja dalam setahun tidak akan terjadi klaim sama sekali kalau mobilnya aman-aman saja,” ujarnya.

Para nasabah asuransi kesehatan, ujarnya didominasi oleh para korporasi.

Sejumlah korporasi tersebut tidak mau ribet mengurus masalah kesehatan para karyawannya. Mereka lebih menyerahkan ke pihak asuransi.

Klaim para nasabah kebanyakan digunakan untuk penjaminan kesehatan rawat jalan dan rawat inap. Sisanya klaim kehamilan dan penyakit lainnya. Dengan melihat kasus seperti ini, pihak asuransi kesehatan menilai bisnis asuransi inimenjanjikan. 

Julian menuturkan meskipun biaya kesehatan cenderung mahal, akan tetapi tidak akan menghalangi perusahaan asuransi untuk terus menarik nasabah sebanyak-banyaknya.

Perusahaan asuransi kesehatan juga cukup percaya diri dengan banyaknya korporasi yang memercayakan masalah kesehatannya kepada mereka.

 Sementara untuk para nasabah inidividu cenderung sedikit.

”Intinya tren nasabah asuransi kesehatan akan semakin baik,” katanya.

Dia menjelaskan, selama ini para nasabah secara umum mengharapkan kemudahan. Dia mencontohkan ketika para nasabah masuk rumah sakit tinggal menggesek kartu saat melakukan transaksi administrasi.

Sementara itu, Perencana Keuangan QM Financial Mohammad Teguh mengatakan setiap individu sangat penting ikut dalam asuransi kesehatan.

Selain itu, keuangan seseorang akan terjaga atau tidak terlalu terkuras saat membayar biaya kesehatan di rumah sakit.

”Jika seseorang sakit dan perlu dirawat, maka pengganti biaya rumah sakitnya tidak merogoh duit terlalu besar,” ujarnya.

Dia berpendapat, sebaiknya nasabah memilh jenis perusahaan asuransi kesehatan murni atau tidak membeli dengan paket embel-embel asuransi lainnya.

”Agar efektif dan tidak ribet,” ujarnya.

Dia mengatakan ada batasan normal bagi sapa saja yang ingin membeli asuransi kesehatan.

”Idealnya pilih perusahaan asuransi yang menyediakan harga cukup murah atau sekitar Rp500.000-Rp1 juta per bulan,” katanya. (ltc)

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi kesehatan
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top