Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Madu untuk Obati Amandel Bandel

Bisnis.com, JAKARTA - Didiagnosis memiliki penyakit radang amandel atau tonsillitis saat duduk di bangku sekolah dasar, membuat Ajeng Nila Maharani menjauhi minuman dingin dan kudapan berisi pengawet tinggi.
Deliana Pradhita Sari
Deliana Pradhita Sari - Bisnis.com 08 September 2013  |  14:08 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Didiagnosis memiliki penyakit radang amandel atau tonsillitis saat duduk di bangku sekolah dasar, membuat Ajeng Nila Maharani menjauhi minuman dingin dan kudapan berisi pengawet tinggi.

Kini Ajeng sudah kuliah di salah satu universitas di Solo, Jawa Tengah, tetapi kebiasaannya tak berubah untuk mencegah radang amandelnya kumat.

Saat sakit itu muncul, tubuhnya pun seringkali demam. “Kalau sudah kumat, tenggorokanku sakit banget buat nelen makanan bahkan untuk buka mulut pun juga sakit,” katanya.

Tak hanya soal asupan yang tak sehat, bekerja hingga kelelahan pun menyebabkan radang amandel Nila kumat. Oleh karena itu, perempuan tersebut harus pandai-pandai mengatur pola hidupnya. 

Ivan Hoesada, ahli pengobatan natural sekaligus ahli terapi lebah mengungkapkan, amandel atau tonsil merupakan kumpulan jaringan limfoid yang terletak pada kerongkongan.

Menurutnya, amandel merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang didesain untuk melindungi tubuh dengan menjebak bakteri atau virus yang berusaha masuk melalui mulut.

Penyakit radang amandel merupakan bagian dari salah satu gangguan THT (telinga, hidung dan tenggorokan).
Ini disebabkan oleh virus yang biasanya juga menyerang pada orang sakit flu pada umumnya. Namun bisa juga disebabkan oleh bakteri tertentu.

Penyakit radang amandel biasanyai ditandai dengan dinding tenggorokan yang menebal atau bengkak, berwarna lebih merah, ada bintik-bintik putih dan terasa sakit bila menelan makanan.

“Sebenarnya, penyakit ini diperkirakan 80% disebabkan oleh virus,” katanya di acara Unlocking The Facts and Myths of Bee Products beberapa waktu lalu.

Produk Perlebahan

Cara pengobatan radang amandel, menurut Ivan, salah satunya dengan terapi lebah dan produk perlebahan. Di antaranya adalah menggunakan lem lebah macam Propolis.

Propolis adalah produk lemak madu yang dikumpulkan dari daun muda oleh sekelompok lebah. Cairan itu kemudian disimpan dalam keranjang serbuk sari yang terletak di kaki belakang mereka. Tak hanya zat tersebut, cairan lainnya macam madu juga sangat membantu.

“Madu mampu menekan efek samping yang disebabkan oleh radang dan meminimalisasi efek-efek dari penggunaan obat kimia,” katanya.

Ivan menambahkan radang amandel merupakan penyakit menular. Bersin  dan batuk mengakibatkan berpindahnya virus atau bakteri dari satu individu ke individu yang lain.

Cara untuk mencegah penyebaran penyakit ini di antaranya adalah sering mencuci tangan minimal lima kali dalam sehari.

Selain itu, tambahnya, orang yang belum terserang sakit itu disarankan tidak berbagi gelas, alat makan dan sikat gigi dengan penderita radang amandel.

Terakhir, ungkapnya, jika sudah sembuh dari radang amandel, sebaiknya penderita mengganti sikat gigi yang baru.

Sinta Dewi, dari HDI Indonesia, menga takan sejumlah produk perlebahan meliputi madu, serbuk sari (bee pollen), lilin lebah (propolis atau yang disebut juga lem lebah) hingga royal jelly atau susu lebah.

“Kandungan nutrisi dalam produk lebah diyakini meningkatkan kesehatan. Orang-orang dari seluruh dunia telah menggunakan produk lebah sebagai sumber makanan, obat-obatan dan untuk peremajaan,” katanya.  

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan obat amandel madu
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top