Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sulit Presentasi di Hadapan Banyak Orang? Lakukan Beberapa Langkah Ini

Tidak semua orang berani terampil merangkai kata di hadapan khalayak ramai. Beberapa mengalami demam panggung, grogi bahkan trauma untuk berbicara di depan publik.
Deliana Pradhita Sari
Deliana Pradhita Sari - Bisnis.com 17 Mei 2014  |  19:50 WIB
Sulit Presentasi di Hadapan Banyak Orang? Lakukan Beberapa Langkah Ini
Setelah rumus "tahu" dapat dilakukan maka bangunlah kontak mata. - masterpresentasi

Bisnis.com, JAKARTA - Tidak semua orang berani terampil merangkai kata di hadapan khalayak ramai. Beberapa mengalami demam panggung, grogi bahkan trauma untuk berbicara di depan publik. 

Lembaga pendidikan yang fokus dalam pengembangan kemampuan di bidang public speaking Talk Inc membantu para perempuan untuk berani dan percaya diri untuk berbicara di depan publik.

Pelatihan ini dikemas dalam workshop berjudul How To Maximize Your Inner Beauty, Sabtu (1/5/2014) di kantor Talk Inc, Kebayoran Baru, Jakarta. Workshop ini dipandu oleh tiga fasilitator Talk Inc, yaitu Becky Tumewu, Kamidia Radisti, dan Bona Dea Kometa.

Model dan Pemain Model Kamidia Radisti menjelaskan ciri-ciri orang yang gugup atau grogi ketika berbicara di depan umum antara lain tulang pipi bergetar dengan sendirinya, kaki dan tangan goyang, dan seakan terdapat vibra di gigi geraham.

"Tanda-tanda tersebut otomatis akan muncul untuk menutupi rasa grogi atau gugup," katanya.

Untuk mengontrol rasa grogi bisa dilatih dengan rumus "tahu", tahu apa yang akan diomongkan, tahu siapa yang diajak bicara dan tau siapa saja yang akan mendengar kita bicara.

Setelah rumus "tahu" dapat dilakukan maka bangunlah kontak mata. Kontak mata akan membangun hubungan dekat dengan lawan bicara atau audience dan membuat mereka diistimewakan dan penting.

Langkah selanjutnya, jika presentasi dilakukan dengan berdiri maka kondisi tubuh juga harus diperhitungkan, antara lain:

1. Bobot tubuh ditopang dan dikunci pada tulng belakang

2. Jarak antara kedua kaki tidak lebih lebar dari jarak bahu dan berdiri tegap

3. Saat berdiri, gerakan tangan dan kaki harus terlihat santai

4. Salah satu kaki berada di depan kaki yang lain, jaga jarak agar tidak terlalu lebar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lifestyle
Editor : Fatkhul Maskur

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top