RESENSI BUKU: Keajaiban Transformasi Garuda Indonesia

Membaca buku bersampul biru langit karya Rhenald Kasali dan Emirsyah Satar bertajuk From One Dollar To Billion Dollars Company, sungguh mengasyikkan. Seru.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 02 November 2014  |  08:36 WIB
RESENSI BUKU: Keajaiban Transformasi Garuda Indonesia
Pada halaman 267, disitu dituliskan mantan Menteri Pemberdayaan BUMN Tanri Abeng pada 1998 memperkirakan nilai Garuda Indonesia jika pada saat itu diperdagangkan, hanya dihargai sekitar US1. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Membaca buku bersampul biru langit karya Rhenald Kasali dan Emirsyah Satar bertajuk From One Dollar To Billion Dollars Company, sungguh mengasyikkan. Seru.

Pembaca buku ini mungkin bisa menebak isi buku yang menceritakan transformasi Garuda Indonesia dari sebuah perusahaan yang 'sakit parah' menjadi 'bintang lima'.

Namun, rasa penasaran untuk mengikuti setiap kisah yang terjadi di balik kebangkitan perusahaan pelat merah tersebut itulah yang pasti menjadikan alasan sejumlah pembaca untuk membukanya, termasuk saya.

Melalui buku keluaran Penerbit Buku Kompas, setebal 294 halaman ini, pembaca diajak dengan sangat enjoy dan menyenangkan untuk mengikuti sejumlah kisah perjalanan Emirsyah Satar bersama dengan Garuda Indonesia hingga sampai seperti sekarang ini.

Enaknya penyajian dan isi buku yang relatif mudah dicerna ini tentu tidak terlepas dari kemampuan seorang Rhenald Kasali yang memang jago dalam komunikasi dan tulis menulis, dengan bahasa yang sangat sederhana dan lugas terarah.

Buku ini semacam diary seorang Emirsyah ketika menakhodai Garuda Indonesia, dari perusahaan yang awalnya ‘tidak bernilai’ menjadi maskapai penerbangan dengan nilai miliaran dolar AS ini.

Pada halaman 267, disitu dituliskan mantan Menteri Pemberdayaan BUMN Tanri Abeng pada 1998 memperkirakan nilai Garuda Indonesia jika pada saat itu diperdagangkan, hanya dihargai sekitar US$1.

Maskapai penerbangan itu memang selalu merugi dengan reputasi yang semakin memburuk, terlebih setelah ada kasus pembunuhan aktivis Kontras Munir serta ditambah tumpukan utang senilai Rp740 miliar.

Maka, ketika Emirsyah Satar ditunjuk sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia, Menteri BUMN kala itu secara khusus menyebutkan pentingnya mengembalikan maskapai plat merah itu pada radar penerbangan Asia.

Tanpa disangka, ketika banyak orang masih menyinyir dan mengejek Emirsyah lantaran memimpin perusahaan yang harganya tidak lebih dari US$1 itu, ternyata setelah sekian tahun berubah 180 derajat.

Garuda Indonesia saat ini telah menjadi salah satu maskapai yang diperhitungkan dunia dengan reputasi dan penghargaan internasionalnya. Di dunia ini memang tidak banyak terjadi keajaiban. Namun, kalau perusahaan dipimpin oleh entrepreneurial leaders seperti Emirsyah Satar, ceritanya bisa saja berbalik.

Prinsip Kebangkitan

Emirsyah dalam mewujudkan mimpinya menjadikan Garuda Indonesia maskapai internasional yang mengalami peningkatan struktur keuangan, pelayanan dan reputasi dunia itu, melalui lima prinsip utama.

Prinsip tersebut, di antaranya leadership yang bervisi global, business process yang berstandar internasional, teknologi informasi yang mendukung, SDM yang siap bersaing dan tentu saja global brand. Pria berkacamata ini menyebut program transformasi yang dilakukannya tersebut dengan istilah journey.

Dia membagi perjalanan itu menjadi beberapa tahap, yakni first journey (2006-2010) yang berisi pada pembenahan untuk fokus mengatasi utang Garuda Indonesia dan kembalinya sejumlah orang-orang lama.

Second Journey (2011-2015) atau mengguncang dunia dengan meraih sebanyak mungkin bintang penghargaan. Tahapan ini menurutnya disebut juga dengan periode Quantum Leap.

Selain itu, tidak lupa bahwa kunci sukses transformasi Garuda Indonesia ternyata bukan hanya kepiawaian memutarbalikkan keadaan, tapi terlebih karena faktor kepercayaan dari banyak pihak, sehingga perusahaan yang berdiri pada 1949 ini menjelma dari One Dollar to Billion Dollars Company.

Faktor kepercayaan itu terjalin di antara orang-orang kunci yang menyelamatkan dan membangun fondasi bagi Garuda untuk dapat bangkit dan terus berkembang.

Orang-orang itu antara lain Tanri Abeng, mantan Menteri BUMN Robby Djohan, mantan Direktur Utama Garuda Abdul Gani, mantan Direktur Utama Garuda dan Emirsyah Satar, Presiden Direktur Garuda.

Lalu, bagaimana ceritanya Garuda Indonesia bisa menjelma menjadi billion dollars company? Apa saja lika-likunya yang terkadang menyimpan tangis dan senyum di dalamnya?

Silahkan membaca secara lengkap tulisan Rhenald Kasali ini sambil minum teh di sore hari. Buku ini sangat cocok dibaca bagi pemegang keputusan strategis, dengan mengambil sudut pandang pemikiran yang liar, lain dari pada biasanya, layaknya seorang entrepreneur yang haus akan tantangan. (Puput Ady Sukarno)
 
Judul : From One Dollar To Billion Dollars Company
Penulis : Rhenald Kasali dan Emirsyah Satar
Penerbit : Penerbit Buku Kompas, 2014
Dimensi : x + 294 halaman, 17 cm x 24 cm
ISBN : 9789797098643

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia

Sumber : Bisnis Indonesia, Weekend (2/11/2014)

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top