Tips Menghadapi Penderita Alzheimer

Menghadapi penderita Alzheimer relatif cukup sulit dan tentu saja menguras emosi diri, terutama jika penderita adalah orang yang memilki hubungan dekat dengan kita, misal orang tua atau pasangan.
Yustinus Andri DP | 07 Januari 2015 20:57 WIB
Ilustrasi - Hypescience.com

Bisnis.com, JAKARTA - Menghadapi penderita Alzheimer relatif cukup sulit dan tentu saja menguras emosi diri, terutama  jika penderita adalah orang yang memilki hubungan dekat dengan kita, misal orang tua atau pasangan.

Sebab penyakit Alzheimer merupakan penyakit yang diakibatkan oleh  penurunan fungsi saraf otak secara kompleks dan progresif. Sehingga membuat kemampuan seseorang untuk berpikir, berkomunikasi, mengingat, dan bersosial pun terus menurun.  

Otomatis sang penderita tersebut akan mengganggu kestabilan kehidupan di rumah. Mereka akan lebih sering marah-marah tanpa sebab, lupa akan banyak hal penting, sampai merasa depresi dan menarik diri dari kehidupan sosial.

Maka dari itu, perlu penanganan khusus untuk merawat penderita Alzheimer ini. Executive Director Alzheimer’s Indonesia, DY Suharya,  pun membagikan beberapa tips terkait merawat penderita Alzheimer.

Yang pertama adalah, sang perawat dan keluarga terdekat jangan pernah membantah apapun yang dikatakan oleh penderita.

“Yang terpenting jangan pernah terpancing untuk bertengkar dengan mereka, itu justru akan memperburuk keadaan,” kata DY Suharya kepada Bisnis, saat dihubungi Rabu (7/7).

Yang kedua adalah berusahalah untuk sesabar mungkin. Semakin sabar kita merawat dan mengerti mereka, semakin positif  pula keadaaan yang ditimbulkan.

Dan yang terakhir adalah berusaha untuk terus kreatif dalam menghadapi setiap tuntutan dan kemauan penderita. Perawat harus menjadi pihak yang selalu mengerti keadaan penderita.

“Kita harus ikut kreatif untuk menghadapi mereka, jangan sampai ikut-ikutan stress. Nanti justru keadaan jadi lebih buruk,” ujar DY Suharya.

Seperti diketahui DY Suharya yang bernama lengkap Kusuma Dewi Suharya juga telah mengalami hal yang serupa sebagai perawat penderita Alzheimer. Kebetulan penderita tersebut adalah sang ibu kandungnya.

Sehingga hal tersebut mendorong dirinya untuk terjun sebagai aktivis Alzheimer dengan menerbitkan buku Ketika Ibu Melupakanku dan juga mendirikan lembaga Alzheimer’s Indonesia.

Tag : kesehatan jiwa
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top