Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Film Indonesia Sabet Penghargaan di California Film Awards

California Film Awards (CFA) baru-baru ini mengumumkan nominasi pemenang film terbaik dan 2 film Indonesia berhasil menyabet penghargaan bergengsi Gold Award.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 29 Januari 2015  |  19:30 WIB

 

Bisnis.com, JAKARTA - California Film Awards (CFA) baru-baru ini mengumumkan nominasi pemenang film terbaik dan  2 film Indonesia berhasil menyabet penghargaan bergengsi Gold Award.

Film I'M Star yang bertarung di kategori Feature Narrative berhasil mengalahkan ratusan film dari mancanegara.

Film arahan sutradara Damien Dematra ini sejak dipilih di Film Festival APEC dan ditampilkan di hadapan petinggi-petinggi manca negara di Bali dan telah melanglang buana meraih puluhan penghargaan international, termasuk Film Terbaik di Colorado Film Festival.

"Film Let's Play, Ghost yang berlomba di kategori film asing juga berhasil meraih penghargaan Piala Emas setelah bersaing dengan puluhan film asing lainnya," tutur Damien Dematra, seperti siaran pers yang Bisnis.com terima, Kamis (29/1/2015).

Menurutnya, film horor Indonesia yang sama sekali tidak menggunakan resep 'paha dan dada' ini sebelumnya telah meraih berbagai penghargaan internasional termasuk sebagai film cerita terbaik dari Alaska International Festival.

Menurut James Nicholas, Direktur Eksekutif CFA, kedua film Indonesia ini memang layak menang karena menunjukan kekuatan yang luar biasa baik dari segi estetika, dari sisi kritik film maupun dari sisi entertainment dalam dunia film kontemporer.

Sejak 2013, kedua film Indonesia tersebut telah malang-melintang mengharumkan nama bangsa di berbagai festival film international.

Beberapa diantaranya Madrid International Film Festival, Barcelona International Film Festival, London International Film Festival, Oregon International Film Festival, Accolade Global Competition, dll.

Sayangnya, film Let's Play, Ghost sendiri hingga kini belum juga ditayangkan di bioskop Indonesia tanpa alasan yang jelas.

Nampaknya kehadiran Badan Ekonomi Kreatif yang baru dibentuk dan dipimpin oleh Triawan Munaf akan segera diuji.

Apakah benar industri kreatif khususnya film Indonesia akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri atau ini hanya sekedar slogan kampanye belaka.

"Kondisi film Indonesia yang tidak mendapatkan piring makanan di rumahnya sendiri seharusnya menjadi tamparan untuk kita semua dan ironi ini mengurangi makna dari deretan kemenangan-kemenangan itu," ujar Damien.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

film
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top