Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cek Berkala Hipertensi Anda

Dokter spesialis jantung mengungkapkan, hipertensi atau tekanan darah tinggi umumnya tak memiliki gejala khusus dan hanya dapat dideteksi dengan memeriksakannya secara berkala.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Maret 2015  |  16:08 WIB
Cek Berkala Hipertensi Anda

Bisnis.com, JAKARTA--Dokter spesialis jantung mengungkapkan, hipertensi atau tekanan darah tinggi umumnya tak memiliki gejala khusus dan hanya dapat dideteksi dengan memeriksakannya secara berkala. "Pemeriksaan tekanan darah berkala penting demi menghindari terjadi komplikasi," ujar dr. Siska S. Danny, SpJP diskusi media tentang hipertensi yang diselenggarakan OMRON Healthcare Indonesia, di Jakarta, Selasa.

Menurut Siska, sekalipun memang belum ada konsensus bersama tentang waktu pemeriksaan, namun disarankan pemeriksaan tekanan darah dilakukan setiap dua tahun sekali untuk orang dewasa di atas usia 20 tahun meskipun tanpa gejala. Sementara pada kelompok usia 40 tahun ke atas, pemeriksaan tekanan darah perlu dilakukan satu tahun sekali

"Pemeriksaan dilakukan terutama pada mereka yang tekanan darah sebelumnya termasuk normal tinggi yakni 130-139/80-89 mmHg, memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskuler seperti diabetes dan kolesterol," kata dia. Siska mengungkapkan, karena tanpa bergejala, sebagian besar pasien hipertensi baru menyadari penyakitnya itu saat sudah terjadi komplikasi.

"Karena keluhan baru muncul saat ada gangguan organ dan komplikasi. Ini artinya sudah terlambat. Kalau sudah kena jantung misalnya baru muncul gejala seperti sesak nafas dan sakit dada," ungkap Siska. Hipertensi terjadi saat tekanan darah sistolik berada di atas 140 mmHg. Pasien hipertensi seringkali diobati agar tekanan darahnya turun ke tingkat normal, yakni kurang lebih 120 mmHg.

Berdasarkan American Heart Association, tekanan darah sistolik optimal adalah kurang dari 120 mmHg dan semakin rendah tekanan darah adalah lebih baik. Meskipun tekanan darah rendah biasanya dianggap aman, tekanan darah kronis disertai tanda dan gejala tertentu dapat menjadi berbahaya.

Gejala seseorang menderita tekanan darah rendah di antaranya pusing, pingsan, dehidrasi, kurang konsentrasi, penglihatan kabur, mual, pernapasan tak normal, kelelahan dan depresi. Siska menambahkan, pemeriksaan tekanan darah dapat dilakukan secara mandiri ataupun melalui bantuan tenaga medis yang kompeten.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hipertensi

Sumber : Antara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top