Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sudahkah Anda Merawat Gigi dengan Benar?

Sebagian besar masyarakat Indonesia memang menyikat giginya secara rutin, tetapi hanya sedikit sekali yang melakukannya dengan benar. Padahal, perawatan gigi dan mulut yang tepat berkaitan erat dengan kesehatan.
Tisyrin Naufalty Tsani
Tisyrin Naufalty Tsani - Bisnis.com 25 April 2015  |  08:35 WIB
Pemeriksaan gigi - dreamatico.com
Pemeriksaan gigi - dreamatico.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Sebagian besar masyarakat Indonesia memang menyikat giginya secara rutin, tetapi hanya sedikit sekali yang melakukannya dengan benar. Padahal, perawatan gigi dan mulut yang tepat berkaitan erat dengan kesehatan.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2014 memperlihatkan sekitar 94,2% masyarakat Indonesia menyikat gigi setiap hari, tetapi hanya 2,3% yang melakukannya dengan benar, setelah makan pagi dan sebelum tidur malam. Sebagian besar penduduk Indonesia menyikat gigi saat mandi pagi maupun sore.

“Cara menyikat gigi yang benar harus diperhatikan,” kata Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti Melanie S. Djamil, belum lama ini.

Dia menjelaskan cara menyikat gigi yang benar yaitu dimulai dari arah gusi ke gigi, atau dengan prinsip merah-putih. Merah untuk melambangkan gusi dan putih untuk melambangkan gigi. Selain itu, lakukan pula gerakan memutar dengan mulut tertutup.

Hal lain yang harus menjadi perhatian adalah tidak boleh menggunakan sikat gigi yang sama lebih dari tiga bulan, sesuai anjuran American Dental Association (ADA). Mengapa? Ingatlah bahwa bulu sikat gigi menjadi tempat bersarangnya bakteri.

Peneliti dari the University of Manchester menemukan lebih dari 200 juta bakteri pada bulu sikat gigi, termasuk E.coli dan staphylococci. Bakteri sangat mudah dan cepat berkembang biak termasuk pada sikat gigi karena kondisi lembab, khususnya sikat gigi yang tidak terawat dan terlalu lama digunakan. Bakteri bisa pindah dari sikat gigi ke tubuh manusia melalui rongga mulut dan menimbulkan penyakit.

Dalam memilih sikat dan pasta gigi, kebanyakan orang Indonesia mengikuti kebiasaan keluarganya, tanpa tahu sikat atau pasta gigi mana yang paling tepat digunakan.

Perempuan yang akrab disapa Prof. Mel itu mengatakan sikat gigi yang baik memiliki ujung kepala yang mengecil sehingga bisa menjangkau bagian mulut belakang. Sikat gigi juga sebaiknya berbulu lembut agar tidak melukai gusi. Untuk gagangnya, pilih yang tidak terlalu berlekuk dengan ukuran yang sesuai dengan bentuk genggaman tangan. Menggunakan sikat gigi yang kurang tepat bisa merusak gigi.

Selain sikat gigi, pemilihan pasta gigi juga tidak kalah penting. Sebaiknya, perhatikan betul kandungan dan manfaatnya agar sesuai dengan kondisi gigi dan mulut

Dia menjelaskan sisa makanan di dalam mulut akan berubah menjadi asam, sedangkan gigi sangat rentan akan serangan asam. Jika gigi terpapar asam terus menerus, kalsium gigi akan mengeropos dan gigi cepat rusak.

Oleh karenanya, penting agar masyarakat menggunakan pasta gigi yang dapat melindungi dari serangan asam tersebut yaitu dengan kandungan System Protective Layer (SPL).

Perempuan berjilbab ini tidak menganjurkan untuk bergonta-ganti pasta gigi dalam waktu cepat. “Beri waktu kerja dulu pasta giginya, masa belum memberi efek sudah ganti lagi,” katanya.

Jika perawatan gigi sudah dilakukan dengan benar, jangan lupa memperhatikan perawatan lidah. Lidah yang tidak pernah dibersihkan dalam waktu yang lama bisa saja akan mengalami kesulitan dalam mengecap. Cara membersihkan lidah yaitu menyikatnya dengan sikat gigi.

Nah, mulai sekarang, cobalah untuk selalu mengingat bahwa perawatan gigi dan mulut yang tepat akan membantu pemiliknya terhindar dari masalah yang menganggu seperti gigi berlubang atau bau mulut. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gigi dokter gigi

Sumber : Bisnis Indonesia Week End edisi 26/4/2015

Editor : Setyardi Widodo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top