Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Demam Berdarah Masih Jadi Masalah Penting di Asia

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan masalah kesehatan penting di Asia. Topik ini jadi salah satu pembahasan di Technical Advisory Group Asia Pasific Strategy on Emerging Infectious Diseases (TAG APSED) yang berlangsung Juli 2015 di Manila.
Tisyrin Naufalty Tsani
Tisyrin Naufalty Tsani - Bisnis.com 27 Juli 2015  |  19:09 WIB
Demam Berdarah Masih Jadi Masalah Penting di Asia
Virus dengue - flickr.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan masalah kesehatan penting di Asia. Topik ini jadi salah satu pembahasan di Technical Advisory Group Asia Pasific Strategy on Emerging Infectious Diseases (TAG APSED) yang berlangsung Juli 2015 di Manila.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan ‎Tjandra Yoga Aditama yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengatakan setiap tahun sekitar setengah juta orang di dunia‎ mengalami DBD berat, seringkali diikuti dengan syok dan pendarahan.

“Di Asia penyakit DBD ini menghabiskan anggaran sekitar US$2 miliar, ini di luar biaya pencegahan,” katanya melalui keterangan resmi Senin (27/7/2015).

Sementara itu, sebanyak 40% penduduk dunia memiliki risiko untuk terkena DBD‎, di negara Asia angka ini tentu lebih tinggi.

Dia menjelaskan salah satu cara mencegah DBD ‎pengendalian vektor nyamuk, khususnya dengan program 3 M plus atau menutup, menguras, dan menimbun potensi sarang nyamuk serta cara tambahan lainnya.

“Ini masih tetap jadi cara penanggulangan utama, dan juga dilakukan berbagai riset di bidang ini,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demam berdarah
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top