Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Melemah, Obat Generik Primadona

Permintaan terhadap obat generik meningkat seiring daya tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Agustus 2015  |  11:28 WIB
Obat penghilang rasa sakit - boldsky.com
Obat penghilang rasa sakit - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA— Permintaan terhadap obat generik meningkat seiring daya tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah.

"Obat generik, sekarang naik cukup signifikan dalam hal unit, semenjak ada Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun, dalam nilai mata uang, hampir tidak mengalami kenaikan karena harga rendah sekali sejak 2013," ujar perwakilan dari Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia, Darodjatun, Kamis (27/8/2015).

Hal senada disampaikan perwakilan Pengurus Ikatan Apoteker Indonesia, Nurul Falah Eddy Pariang.

Menurut dia, sebagian besar obat-obatan yang termasuk dalam Formularium Nasional merupakan obat generik.

Hal ini, kata dia, tentu saja meningkatkan penggunaan obat generik di kalangan masyarakat.

"Penggunaan obat generik meningkat dengan adanya pelayanan BPJS, di mana obat-obatan di dalam Formularium Nasional sebagian besar obat generik," katanya dalam kesempatan berbeda.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mewajibkan seluruh fasilitas kesehatan milik pemerintah menggunakan obat generik esensial dalam kegiatan pelayanan kepada masyarakat.

 Di samping itu, dokter, pengelola instalasi farmasi rumah sakit, dan apoteker juga diwajibkan meresepkan dan mengganti obat yang mereka dagang dengan obat generik.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat generik

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top