Ini Waktu Penggantian Oli yang Tepat

emacetan tidak hanya mengakibatkan stres pada individunya, tapi juga pada mesin mobilnya. Sehingga, perlu 'vitamin' khusus untuk melindungi mobil tersebut.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 12 September 2015  |  17:23 WIB
Ini Waktu Penggantian Oli yang Tepat
Kemacetan tidak hanya mengakibatkan stres pada individunya, tapi juga pada mesin mobilnya. Sehingga, perlu 'vitamin' khusus untuk melindungi mobil tersebut. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA - Kemacetan tidak hanya mengakibatkan stres pada individunya, tapi juga pada mesin mobilnya. Sehingga, perlu 'vitamin' khusus untuk melindungi mobil tersebut.

Perwakilan bengkel G-Speed Galuh Laksono menuturkan kondisi berhenti dan kembali berjalan merupakan titik paling ekstrim bagi mesin mobil. Semakin sering mobil terjebak kemacetan, maka semakin membutuhkan perlindungan oli yang tepat untuk mencegah keausan mesin.

Agar oli berfungsi maksimal, dia menyarankan penggantian oli sebaiknya dilakukan per 5.000 km. Ini dengan perhitungan kendaraan di ibu kota yang sering terjebak kemacetan.

"Yang saya tahu, tertera dari pabrik antara 7.500-10.000 km. Ini untuk penggunaan jalan bebas hambatan. Tapi kita tahu di sini tol pun sekedar nama. Faktanya masih macet juga," katanya dalam acara Castrol Magnetic Stop-Start Family Funcity 2015 di Pacific Place Jakarta, Sabtu (12/9/2015).

Senior development technologist dari Castrol Gareth Bracchi menjelaskan Castrol Magnatec Stop-Start didesain khusus untuk kondisi berhenti dan kembali berjalan dengan molekul pintar yang menempel pada mesin, membentuk lapisan self-healing sehingga dapat memberikan perlindungan 20% lebih baik dalam mencegah keausan mikroskopik. Ini terbukti pada tes mesin OM646LA sebagai bagian dari spesifikasi ACEA terkini.

Lapisan perlindungan self-healing ini dapat melindungi mesin karena meskipun molekul terkikis ketika melawan tekanan, molekul lainnya segera mengisi dan mengembalikan lapisan perlindungan ke bentuk semula.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ganti oli

Editor : Martin Sihombing
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top