Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ingat! Kawat Gigi Bukan Sekadar Aksesori

Tak seperti kalung atau anting yang memperindah penampilan kita, kawat gigi bukanlah aksesoris gigi, melainkan alat kesehatan yang merupakan bagian dari perawatan ortodonti.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Desember 2015  |  15:12 WIB
Ingat! Kawat Gigi Bukan Sekadar Aksesori
Ilustrasi - Dailyperricone
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Tak seperti kalung atau anting yang memperindah penampilan kita, kawat gigi bukanlah aksesoris gigi, melainkan alat kesehatan yang merupakan bagian dari perawatan ortodonti.

"Kawat gigi bukan aksesoris, melainkan alat kesehatan yang merupakan bagian dari perawatan ortodonti. Kalau tidak perlu ya tidak usah," ujar pengurus Ikatan Ortodontis Indonesia (IKORTI) Komda Jaya, drg Dwi Anie Lestari, Sp.Ort, dalam peluncuran sikat gigi dan pasta gigi Formula Orthodontic, di Jakarta, Senin.

Dwi mengatakan, pada dasarnya, kawat gigi digunakan untuk memperbaiki susunan gigi dan estetika wajah. Penggunaannya pun didasarkan pada sejumlah aspek, antara lain maloklusi--suatu keadaan di mana deretan gigi atas dan bawah tidak bertemu atau tidak dalam keadaan baik.

"Maloklusi misalnya seperti gigi berantakan, gigi cameh, gigi renggang, gigi tonggos, gigi gingsul yang sering dianggap pemanis (wajah), padahal itu maloklusi," kata dia.

Bila saat pemeriksaan klinis, radiografi dan lainnya memang ditemukan indikasi maloklusi, sebelum diputuskan pasien mendapat perawatan kawat gigi, dokter perlu memastikan tidak ada masalah pada gigi, semisal gigi berlubang, gigi busuk, gusi bengkak dan sebagainya.

"Ortodontis biasanya akan bertanya dulu pada pasien alasan menggunakan kawat gigi. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan klinis. Dilihat giginya seperti apa, adakah lubang di gigi, busuk atau tidak giginya, gusinya mudah bengkak atau tidak. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan radiografis," tutur Dwi.

Saat diagnosa menunjukkan pasien memang mengalami maloklusi, maka penyusunan rencana perawatan menggunakan kawat gigi bisa dilakukan. Sebelumnya, pasien perlu paham kewajibannya menjaga kesehatan gigi dan mulutnya, di antaranya dengan menggosok gigi secara benar dan mematuhi aturan yang ada.

"Pasien harus bertanggung jawab pada kesehatannya, misalnya menjaga kebersihan mulut, menjaga aturan yang ada. Salah satunya menggosok gigi dengan benar. Kalau dia tidak bisa bertanggung jawab dengan hal itu, kita tidak sarankan dia memakai kawat gigi," pungkas Dwi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gigi

Sumber : Antara

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top