Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sakit Gigi Tingkatkan Risiko Stroke & Sakit Jantung

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Farichah Hanum mengungkapkan, bahwa penyakit gigi dan mulut bisa meningkatkan risiko fatal dari penyakit stroke dan jantung.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Maret 2016  |  16:05 WIB
Dokter melakukan pememeriksaan gigi pada Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2013 (BKGN) di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSMP) Universitas Samratulangi, kota Manado, Sulawesi Utara. - Antara
Dokter melakukan pememeriksaan gigi pada Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2013 (BKGN) di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSMP) Universitas Samratulangi, kota Manado, Sulawesi Utara. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Farichah Hanum mengungkapkan, bahwa penyakit gigi dan mulut bisa meningkatkan risiko fatal dari penyakit stroke dan jantung.

"Penyakit-penyakit gigi dan mulut dapat menjadi sumber infeksi (fokus infeksi) dan menyebar ke organ tubuh vital lain,” kata Farichah Hanum dalam siaran pers, Rabu (23/3/2016).

Sebagai contoh, penyakit gusi dapat meningkatkan risiko stroke pada lebih dari 50% penderita usia 25-54 tahun, risiko fatal dari penyakit jantung adalah dua kali lebih tinggi pada penderita gusi parah.

Dikatakan, penyakit gigi dan mulut merupakan yang tertinggi keenam yang dikeluhkan masyarakat Indonesia, dan penyakit dengan peringkat keempat termahal dalam perawatannya. 

Penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita adalah penyakit jaringan penyangga gigi (radang gusi) dan karies (gigi berlubang), serta halitosis (bau mulut), yang semuanya berkaitan erat dengan perilaku membersihkan gigi dan mulut keseharian. 

Berdasarkan data dari Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar, Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI 2013 prevalensi nasional masalah gigi dan mulut adalah 25.9%, prevalensi pengalaman karies adalah 72.3%, prevalensi nasional karies aktif adalah 53,2%. 

"Dengan demikian masih diperlukan berbagai upaya untuk memperbaiki tingkat kesehatan gigi dan mulut masyarakat kita," ujarnya.

"Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum melakukan perawatan kesehatan gigi dan mulut secara lengkap mulai dari brushing, rinsing hingga flossing.”

“Sampai saat ini masyarakat Indonesia masih terhenti hingga brushing atau menyikat gigi saja, padahal rinsing atau berkumur dengan mouthwash  itu sangat penting karena perlu diingat bahwa gigi hanyalah merupakan 25% dari rongga mulut," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sakit Gigi

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top