Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangan Campur Makanan Berikut dengan Obat-obatan Ini

Beberapa makanan bisa menghambat obat bekerja dalam tubuh manusia.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 06 April 2016  |  08:56 WIB
Obat-obatan - boldsky.com
Obat-obatan - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA- Beberapa makanan bisa menghambat obat bekerja dalam tubuh manusia.

Akibatnya, dampak pengobatan dari obat-obatan yang Anda konsumsi tidak akan efektif, jika Ana memakan makanan tersebut, berbarengan dengan obat-obatan tertentu.

Bahkan, makanan tersebut cenderung memiliki efek samping yang berbahaya jika dikonsumsi berbarengan dengan obat-obatan. Inilah yang harus diwaspadai:

Kopi
Hindari minum kopi jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan untuk bronchitis dan asma. Umumnya obat bronchitis dan asma membantu pasien untuk bernafas lebih mudah dengan relaksasi otot-otot di paru-paru dan pelebaran saluran udara.

Namun jika dibarengi dengan minum kopi akan muncul efek samping termasuk jantung berdebar, gugup dan rangsangan. Ketika dicampur dengan kafein risiko tersebut akan meningkat.  Terlalu banyak kafein juga dapat membatasi efektivitas mereka dalam keadaan darurat.

Pisang
Jika Anda mengonsumsi makanan untuk darah tinggi.  Pisang adalah makanan yang tinggi kalium, namun buruk bagi mereka yang mengonsumsi obat untuk tekanan darah tinggi seperti Captopril, inhibitor ACE atau angiotensin receptor blockers. Pasien yang konsumsi obat-obatan ini sebaiknya menghindari sejumlah besar makanan kaya kalium seperti sayuran hijau dan jeruk.

Jika makanan ini dicampur dengan obat ini, dapat menyebabkan tekanan darah Anda akan meningkat. Dan jika kalium dikonsumsi berlebihan, hal itu juga dapat menyebabkan denyut jantung tidak teratur dan jantung berdebar.


Alkohol
Hindari alcohol sama sekali jika Anda mengambil obat antihistamin, obat diabetes atau obat penghilang rasa sakit.
Hal ini disebabkan minuman keras menempatkan tekanan pada hati Anda. Alkohol, parasetamol dan kodein dimetabolisme oleh hati dan akan harus bekerja lebih keras untuk memecah alkohol dan obat-obatan pada saat yang sama. Hal ini dapat meningkatkan risiko efek samping dari obat-obatan, termasuk mengantuk, hati Anda bekerja lebih keras, sehingga dapat meningkatkan risiko kerusakan hati.

Sayuran hijau
Jika Anda mengonsumsi obat anti pembekuan darah, Anda harus menghindari sayuran berdaun hijau. Mereka tinggi vitamin K dan sebagai hasilnya, membantu darah untuk membeku. Warfarin dirancang untuk mencegah produksi vitamin K sehingga jika Anda tiba-tiba makan lebih banyak sayuran, ini akan mengganggu obat.

Akar-akaran hitam

Jika Anda mengonsumsi obat jantung, hindari makanan dengan jenis akar-akaran hitam karena dapat menurunkan kalium dalam tubuh Anda, yang dapat berbahaya bagi mereka dengan kondisi jantung tertentu. Rendahnya tingkat kalium dapat meningkatkan efek samping yang berhubungan dengan digoxin, gagal jantung kongestif dan irama jantung abnormal.

Diuretik untuk mengobati tekanan darah tinggi, glaukoma, gagal jantung dan masalah hati dan ginjal, kalium juga lebih rendah. Akar manis juga dapat menyebabkan kelemahan, kram dan irama jantung yang tidak teratur.

Jeruk bali

Jika Anda meminum obat untuk menurunkan tekanan darah, hindari makan jeruk bali atau jeruk yanglain. Jeruk bali mengandung zat kimia yang menyetop kerja statin. Hal ini akan menyebabkan peningkatan kadar dalam tubuh Anda yang berarti Anda akan berada pada risiko efek samping. Pasien mungkin mengalami nyeri otot dan nyeri sebagai hasilnya.

Susu
Menghindari minum susu jika Anda minum antibiotic.  Susu akan menggangu penyerapan obat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat

Sumber : timesofindia.com

Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top