Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada Gejala DBD Sejak Dini

World Health Organization (WHO) mengungkapkan Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit dengan vektor melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi oleh virus dengue.
Atiqa Hanum
Atiqa Hanum - Bisnis.com 15 Juni 2016  |  07:22 WIB
Waspada Gejala DBD Sejak Dini
Virus dengue - flickr.com

Bisnis.com, JAKARTA—World Health Organization (WHO) mengungkapkan Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit dengan vektor melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi oleh virus dengue.

Ferawati Lie, dokter dari Medical Advisor GSK Consumer Healthcare Indonesia menyampaikan vektor utama dalam DBD adalah nyamuk Aedes Aegypti yang bisa menularkan virus tersebut ke tubuh manusia lain.

Andaa harus curiga akan penyakit ini apabila anak atau orang terdekat Anda mengalai demam tinggi lebih dari 39 derajat Celcius disertai dua gejala lainnya,” ucapnya di Jakarta, Selasa (14/6/2016).

Selain demam, paparnya, gejala lain adalah sakit kepala berat termasuk sakit yang berada di belakang mata. Lalu, penderita juga merasakan nyeri otot juga sendi. Gejala lain adalah muntah yang disertai mual-mual juga diare.

Tidak hanya itu penderita juga mengalami gejala yakni ruam-ruam atau bintik kemerahan yang biasanya muncul pada hari kedua hingga ketujuh, setelah masa inkubasi 4-10 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi,” tegasnya.

Namun, ada pula gejala yang sudah sangat parah yakni mengalami hidung dan gusi berdarah. “Anak atau penderita yang mengalami demam tinggi (dengan atau ttanpa gejala lainnya) harus segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” ucapnya.

Dia menjelaskan rekomendasi WHO akan penanganan yang tepat untuk pasien DBD dimulai dengan memberikan cairan yang cukup dan penanganan demam yang tepat.

Anda cukup memberikan paracetamol untuk mengurangi nyeri dan demam, sedangkan obat yang mengandung asam asetilsalisilat dan anti inflamasi non steroid (AINS) seperti ibuprofen,” bebernya.

Salah memberi obat, katanya, akan meningkatkan resiko gangguan lambung dan pendarahan yang akan sangat berbahaya bagi pasien DBD.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit dbd demam berdarah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top