Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pameran Seniman Muda Windi Apriani Digelar di Edwin's Gallery

Selasa (24/1/2016), pameran tunggal seniman muda Windi Apriani di Edwin's Gallery, Kemang, Jakarta Selatan, resmi dibuka. Bertajuk, Tracing Subtle Signs, sebanyak 12 karya disajikan dalam pameran yang berlangsung pada 24 Januari hingga 4 Februari mendatang itu.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 25 Januari 2017  |  13:25 WIB
Seniman Windi Apriani - blogspot
Seniman Windi Apriani - blogspot

Bisnis.com, JAKARTA -- Selasa (24/1/2016), pameran tunggal seniman muda Windi Apriani di Edwin's Gallery, Kemang, Jakarta Selatan, resmi dibuka. Bertajuk, Tracing Subtle Signs, sebanyak 12 karya disajikan dalam pameran yang berlangsung pada 24 Januari hingga 4 Februari mendatang itu.

Kurator pameran A. Rikrik Kusmara mengatakan proyek pameran tunggal Windi Apriani kali ini masih menunjukkan struktur representasi yang sama dengan karya karya sebelumnya. Namun dia tengah lebih mencermati proses artistiknya secara lebih fokus. "Windi hendak menelusuri dan menafsir ulang hal hal yang lebih subtil dalam kekaryaannya," katanya disela-sela pembukaan pameran.

Rikrik mengatakan perkembangan menarik dalam karya-karya terakhirnya kini, Windi lebih melihat representasi potret diri yang menjadi objek utamanya tengah dimaknai ulang oleh hal hal pengalaman estetik yang ditemukan selama ini.

Pertama, imbuhnya, Wind lebih menyeimbangkan kehadiran sosok potret diri dengan penggambaran dan permain cahaya dan penggambaran ritmik kain yang lebih intens dengan teknik arsir yang sangat rumit dan kompleks. Penggambaran dengan teknik arsir yang intens  perihal cahaya dan kain hemat saya adalah cara Windi membuat proposisi baru tentang eksistensi.

"Dia menggabungkan cahaya dan kain sebagai representasi hal yang metafisik dan kultural," ujarnya.

Evolusi karyanya yang terakhir juga tidak kalah menarik dan kompleks. Windi menghilangkan gambaran potret diri yang menjadi objek utamanya selama ini. Hal tersebut bukanlah pendekatan yang subversif dan radikal dalam karyanya. Namun dia menggulirkan konsep ‘penghadiran tanpa kehadiran’ atau pendekatan in absentia.

"Secara keseluruhan dalam proyek pameran tunggal kali ini kita diarahkan oleh Windi untuk melihat pergeseran cara pandang;  ‘eksistensi tanpa kehadiran identitas fisik’."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pameran seniman
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top