Turki Jadi Gerbang Buat Desainer Muda Busana Santun

Indonesia boleh dikata negara yang memiliki jajaran variasi busana santun atau modest wear terbanyak di dunia.
Nindya Aldila | 15 April 2017 02:54 WIB
Koleksi busana muslim Alphiana Chandrajani di acara Ramadhan Fashion Delight, Senayan City, Jakarta, Jumat (27/5/2016). - Antara/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA -- Indonesia boleh dikata negara yang memiliki jajaran variasi busana santun atau modest wear terbanyak di dunia.

Namun, hal itu tidak berarti Indonesia menjadi pasar terbesar, melainkan Turki. Turki telah terbukti menjadi gerbang yang tepat bagi desainer Tanah Air.

Ozlem Sahin,Co-Founder Thinkfashion yang merupakan perusahaan konsultan industri modest fashion di Istanbul mengatakan berdasarkan data yang dikumpulkan dari Reuters & Dinar Standards Global Economy, Turki menjadi pasar modest fashion terbesar dengan nilai mencapai US$39,3 miliar, sementara Indonesia berada di urutan kedua, yaitu US$18,8 miliar.

Sebanyak 60% wanita di Turki meggunakan busana santun. Turki menjadi gerbang yang tepat untuk menembus pasar Eropa karena jalur perdagangan baru seperti ke Inggris, Jerman, Perancis, Amerika Serikat, dan Timur Tengah bisa terbuka.

Beberapa catatan yang harus diperhatikan adalah negara seperti Amerika Serikat lebih menyukai busana santun dengan gaya eksekutif, seperti blus yang dipadukan dengan celana straight yang rapi. Adapun pasar di Eropa di luar Turki banyak mengkombinasikan gaya konvensional dengan gaya modest, seperti basic dress.

Tidak perlu terjebak pada jumlah produksinya, katanya, yang terpenting desainer Indonesia harus bisa mengadaptasi selera masyarakat Eropa. Selain itu, kualitas berstandar internasional seperti ISO 9001 dan ISO 14001 wajib dimiliki.

“Indonesia memiliki selera yang berbeda dengan Turki. Akan bagus jika Anda menggunakan aksen etnik untuk diadaptasi kepada pasar global yang dikombinasikan dengan gaya mainstream. Pilihlah kekuatan Anda dan berjuanglah,” ujarnya saat ditemui dalam acara Istanbul, The Global Modest Fashion Gate of Indonesia, pekan lalu.

Untuk itu, desainer Indonesia harus bisa meramal dengan benar apakah produknya akan terjual dan cocok dengan selera global.

Irna Mutiara, salah satu desainer busana syar'i yang telah memulai bisnisnya sejak 2005 ini menilai meski mengadaptasi selera pasar di Eropa penting, memberikan alternatif gaya lain juga bisa menjadi salahsatu strategi untuk merebut perhatian pasar global.

“Kalau saya, kita masuk pasar Turki sebenarnya target pasar kita bukan hanya orang Turki tapi orang Eropa juga. Mengadaptasi penting juga, tetapi kita juga bisa memberikan tawaran alternatif model baru,” katanya.

Tag : busana muslim
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top