"Minder, Done That", Enyahkan Rasa Tidak Percaya Diri

Minder? siapa yang belum pernah mengalaminya.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 26 April 2017  |  13:19 WIB
Peluncuran buku Minder Done That - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Minder? siapa yang belum pernah mengalaminya.

Minder, tidak percaya diri adalah sikap dan sifat yang 11-12. Dan mungkin hampir semua orang pernah mengalaminya, ketika dihadapkan pada hal penting dalam hidupnya.

Perasaan ini juga pernah dialami oleh selebriti sekelas Aline Adita, Intan Erlita, Nadia Mulya dan Rahmah Umayya.

Pengalaman minder mereka itu, kemudian dituangkan dalam sebuah buku yang berjudul Minder… Done That! . Yah, buku ini berisi pengalaman pribadi empat perempuan yang juga penulis buku tersebut.

Siapa sangka melihat Aline fashion show, Intan menjadi narasumber, Nadia memandu acara live, atau Rahmah memberikan kelas public speaking, dahulu pernah gagu, menangis, atau melakukan kesalahan yang kian mengikis rasa percaya diri?

“Dalam buku ini, kami berbagi kisah paling pribadi kami, proses menemukan potensi diri hingga kiat-kiat mendongkrak pede hingga bisa menjadi sosok seperti sekarang,” tutur Rahmah Umayya.

Selain menuangkan pengalaman saat minder dan nervous, mereka juga menuliskan kiat-kiat dalam buku terbitan Gramedia itu untuk mengatasinya.
Kiat-kiat yang dimaksud ada berbagai macam, salah satunya dengan latihan “menangkis” komentar orang lain. Sehingga bila ada celaan atau hal yang bisa membuat drop rasa percaya diri, kita bisa lebih santai menghadapinya dengan candaan.

Sebelum itu, pembaca diajak untuk mengikuti kuis yang mengukur tingkat kepedean. Cerita-cerita dalam buku ini disampaikan dengan ringan, personal dan tulus untuk menunjukkan bahwa minder adalah kondisi yang dialami oleh semua orang pada suatu titik dalam hidupnya.

Minder bukanlah suatu vonis penyakit terminal ataupun sifat, minder adalah kondisi yang bisa dirubah! Yang penting memutuskan mau berubah dan mengupgrade diri. Sehingga kalau ada yang menanyakan "pernah minder?" bisa menjawab "been there, done that." Dulu pernah, sekarang nggak lagi.

“Itulah yang ingin kami bagikan,” sambung Aline Adita, “terutama pada anak-anak muda yang masih mencari jati diri yang terhimpit oleh peer pressure dan desakan dari media sosial. Agar mereka berani memiliki karakter sendiri. Jangan lagi fokus pada kekurangan. Semua orang memiliki kelebihan yang perlu dipoles untuk meraih kesuksesan.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
buku

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top