Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HUT RI KE-72: Cerita 4 Bagian Pameran Lukisan Senandung Ibu Pertiwi

Pameran lukisan koleksi Istana Kepresidenan Senandung Ibu Pertiwi yang diselenggarakan untuk memperingati HUT ke-72 akan dipecah menjadi empat bagian.
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 06 Agustus 2017  |  20:51 WIB
HUT RI KE-72: Cerita 4 Bagian Pameran Lukisan Senandung Ibu Pertiwi
Museum Nasional - wikipedia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pameran lukisan koleksi Istana Kepresidenan ‘Senandung Ibu Pertiwi’ yang diselenggarakan untuk memperingati HUT ke-72 akan dipecah menjadi empat bagian.

Berdasarkan keterangan resmi Istana Kepresidenan, Minggu (6/8/2017), bagian pertama akan menunjukkan keragaman alam dari koleksi Istana di Bogor, Cipanas, Jakarta, Bali, Yogya yang mengambil tema pemandangan alam di I,ndonesia. Pada masa itu perupa beredar diseluruh penjuru nusantara, di Sulawesi, Sumatra Barat, Jawa dan sedikit Bali.

Lukisan Pantai Flores karya Bung Karno misalnya, yang dilukis ulang oleh Basoeki Abdullah. Mahat di Sumatra Barat, Gunung Merapi, dan pemandangan alam karya Abdullah Soeriosubroto dan Wakidi yang melukis pemandangan alam.

Bagian kedua, adalah kegiatan atau aktivitas sehari-hari dengan fokus pada nelayan dan juga petani. Lukisan yang dipamerkan adalah lukisan penjual ayam dan bakul buah, penjual sate dan kegiatan sehari-hari di masa lalu, dan kehidupan para nelayan dan petani.

Bagian ketiga, adalah tradisi tari dan kebaya, dimana sekitar 15 lukisan mengambil tema Tari Rejang. Bung Karno pada masa itu membangun nasionalisme melalui pakaian pria berpeci dan perempuan berkebaya dimana identitas dibangun dari pakaian. Dibanyak arsip memperlihatkan foto-foto perempuan umumnya berkebaya.

Adapun bagian keempat, adalah mitologi dan religi yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat kita, yang kemudian belakangan berkembang agama, memperkaya keragaman di Indonesia dengan masuknya Islam, Hindu, Budha, Konghucu yang saling memperkuat, menggambarkan kebersamaan, gotong royong terkait satu sama lain.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

17 agustus
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top