TIPS KECANTIKAN : Perlukah Suntik Putih Agar Anda Tampil Cantik? Ini Salah Kaprah yang Terjadi

Salah kaprah tentang cantik dan putih menjadi hal yang kerap muncul. Hal seperti itu bahkan dapat ditemui dalam praktik sehari-hari di klinik kecantikan.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 20 September 2017  |  18:12 WIB
TIPS KECANTIKAN : Perlukah Suntik Putih Agar Anda Tampil Cantik? Ini Salah Kaprah yang Terjadi
Ilustrasi : Artis China Fan Bingbing - youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Salah kaprah tentang cantik dan putih menjadi hal yang kerap muncul. Hal seperti itu bahkan dapat ditemui dalam praktik sehari-hari di klinik kecantikan.

Pengelola klinik kecantikan di Jakarta yang juga tercatat sebagai Pengurus Perhimpunan Informatika Kesehatan Indonesia (PIKIN) dr. Erik Tapan, MHA menyampaikan hal itu kepada Bisnis.com, dalam keterangan tertulisnya, diterima Rabu (20/9/2017).

"Dok, kliniknya ada suntik putih? Itu termasuk pertanyaan yang populer yang masuk ke ruang tanya jawab publik (online) di klinik yang saya kelola," ujar Erik.

Ia menyebutkan, iklan obat pemutih berhasil membuat cantik sering diidentikkan dengan membuat orang jadi putih. Kalau belum putih, belumlah cantik. Akibatnya, klinik kecantikan pun, ujr Erik, dianggap sebagai klinik yang membuat orang menjadi putih.

Malangnya, tak sedikit perempuan baik  yang masih keliru pemahamannya, maupun yang tidak mau tahu, tetap dengan asumsi di atas.

"Datang bayar dan dalam sekejap harus keluar dari klinik dengan kulit yang memutih, bahkan sebagian orang bisa hanya wajahnya saja yang memutih."

Menurut Erik, bagi pengelola layanan kecantikan berbasis kesehatan, ilustrasi di atas adalah kekeliruan besar.

"Menjadi cantik tanpa memikirkan kesehatan sungguh sesuatu yang harus dihindari. Kalau hanya untuk menghasilkan itu, menurut saya, kita tidak perlu repot-repot ke Klinik Kecantikan. Beli saja krim-krim pemutih yang sering dijual online. Murah," ujar Erik.

Ia pun membuat analogi. Jika seseorang belum apa-apa sudah menanyakan, "dok ada suntik putih?" Maka, hal itu bisa dianalogikan dengan pasien yang datang ke klinik hanya untuk minta antibiotik, "Dok, suntik antibiotiknya dong".

Kondisi seperti itu membuat dokter atau klinik hanya dijadikan tempat untuk membenarkan suatu tindakan yang mungkin tidak bisa dilakukan sendiri.

Lebih dramatis lagi, Erik menyebutkan, kondisi jika ada calon klien [pengganti istilah pasien], datang dengan sudah membawa obat suntik putih. Dokternya hanya diminta menyuntikkannya saja.

Erik menggarisbawahi, kecantikan bagi perempuan adalah anugerah yang layak menerima proses kehati-hatian. "Menjadi cantik itu tidak bisa diperoleh dalam sekejap. Itu sama ceritanya, misalnya kita demam. Tidak mungkin seorang dokter tanpa memeriksa dengan teliti, bahkan kadangkala perlu pemeriksaan penunjang seperti lab, rontgen, dll., langsung memberikan antibiotik."

Antibiotik, ujar Erik, adalah obat yang berbahaya jika penggunaannya tidak tepat. Efek sampingnya bisa terjadi baik jangka pendek maupun jangka panjang, jika digunakan secara terus menerus.

"Sama halnya dengan obat pemutih kulit. Oleh karena itu, bagi yang ingin kulitnya menjadi "putih", izinkanlah dokter melakukan tanya jawab dan pemeriksaan terlebih dahulu. Dokter akan mulai mencari tahu kenapa kulit klien kelihatan kusam dan pudar? Apakah karena tubuhnya belum terbiasa mengkonsumsi makanan sehat yang bervitamin dan antioksidan? Apakah karena sering kena sinar matahari tanpa pelindung? Apakah karena belum bersih saat membersihkan wajah atau tubuh keseluruhan sehingga memerlukan facial dan body massage, plus scrub? Apakah karena belum menggunakan secara benar krim pembersih wajah atau tubuh, dll."

"Jikalau Anda setelah diperiksa dan mau melakukan itu semua, niscaya tidak memerlukan suntik putih lagi. Tentu dokter akan membimbing Anda, termasuk memberi nasehat bagaimana Anda sehari-hari bisa beraktivitas yang optimal tanpa harus terbebani macam-macam larangan. Contohnya, tidak mungkin seseorang yang sehari-hari bekerja di lapangan atau jalanan karena mau menjadi putih, harus mengurung diri seharian di kantor."

Erik berpesan agar semua itu didiskusikan dengan dokter. "Pasti akan ada solusi atau titik temunya. Di sinilah sesungguhnya peran seorang dokter. Menjadi konsultan kecantikan bagi Anda. Bagi Anda yang ingin tampil cantik dengan terus berkonsultasi dengan dokter maka Anda tidak perlu mencoba-coba sendiri lagi."

Dengan tidak mencoba-coba, selain akan terhindar dari kerugian material juga akan terhindar dar kemungkinan mengalami kerusakan kulit hingga organ tubuh lainnya seperti liver dan ginjal.

"Jadi, jika ingin menjadi putih, atau cerah dan tidak kusam, pastikan itu terjadi karena tubuh kita yang sehat," pesan dr Erik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tips cantik

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top