Resep Awet dan Bugar Ade Rai di Usia 48 Tahun

Di usianya yang ke-48 tahun, Ade Rai tetap tampil sehat dan bugar, dengan bentuk tubuh serta wajah yang tak banyak berubah sejak dulu hingga sekarang. Semua itu diraihnya dengan mendisiplinkan diri berolahraga.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 September 2017  |  13:29 WIB
Resep Awet dan Bugar Ade Rai di Usia 48 Tahun
Ade Rai - Instagram @ade/rai

Bisnis.com, JAKARTA – Di usianya yang ke-48 tahun, Ade Rai tetap tampil sehat dan bugar, dengan bentuk tubuh serta wajah yang tak banyak berubah sejak dulu hingga sekarang. Semua itu diraihnya dengan mendisiplinkan diri berolahraga.

"Kenapa saya sehat, bisa fit terus sampai hari ini, mulai dari bentuk badan, bentuk wajah tidak berubah, itu karena olahraga," kata Ade saat menyosialiasikan hidup sehat dalam acara BPJS Kesehatan "goes to campus" di Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (26/9/2017).

Ade yang kini menjadi "brand ambassador" atau duta BPJS Kesehatan memberi sosialisasi hidup sehat yang sehari-hari telah dijalaninya sebagai mantan atlet dan praktisi kebugaran kepada masyarakat, dan juga mahasiswa.

"Pola hidup sehat itu muda, hanya dengan menjaga makan, dan rajin berolahraga setiap harinya," kata Ade.

Praktisi Kebugaran

Pria yang bernama lengkap I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai ini sejak tahun 2000 tidak lagi ikut kompetisi binaraga. Ia kini fokus menjadi instruktur dan praktisi kebugaran, serta pengusaha.

Ade juga memiliki 14 fasilitas kebugaran yang tersebar di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Cikarang dan berencana akan buka di Bogor. Ade pun punya sekolah sertifikasi kebugaran, aktif mengajar tentang kebugaran di perusahaan, komunitas dan kampus-kampus.

Menurutnya, di usia hampir 50 tahun, tidak ada perubahan pola olahraga yang dilakukan sejak awal hingga sekarang. Bagi Ade, usia itu terbagi atas usia biologis dan usia kalender.

"Usia kalendar setiap orang makin tua, dari pagi usia seseorang berbeda ketika sore, tambah tua," katanya.

 Makanan

Berbeda dengan usia biologi, lanjutnya, tergantung dari gaya hidup. Kebanyakan orang beranggapan semakin tua hidup semakin pasrah, tua identik dengan sakit, sehingga banyak yang pasrah tanpa melakukan apa-apa.

"Sakit itu bukan datang ketika tua. Sakit itu apresiasi dari akumulasi investasi yang buruk. Investasinya itu jarang olahraga, merokok dan makan yang buruk," katanya,

Pria berdarah Bali kelahiran 1970 ini mengatakan hidup sehat itu tergantung dari apa yang kita makan, mulut menjadi sumber penyakit masuk dari makanan yang dimakan. Segala penyakit rata-rata dikarenakan oleh ulah diri sendiri.

Cara Pandang

Ade mengatakan untuk hidup sehat dimulai dari cara pandang. Bahwa kesakitan tidak akan nyambung dengan diri kita, begitu juga kebodohan dan kemiskinan tidak akan nyambung kepada seseorang. Tetapi kalau kemiskinan, kebodohan dan kesakitan itu datang harus diterima, jangan dijadikan alasan untuk tidak mau sehat.

Untuk mau hidup sehat, seseorang harus mau mendisiplikan dirinya berolahraga, menjaga pola makan, dan istirahat yang cukup. Disiplin baginya adalah ku tau yang ku mau.

"Pertanyaannya kita maunya apa, mau sehat. Sehat itu diraih. Apa ada orang malas kerja tidak mau usaha yang penting kaya, malas belajar tapi yang penting pintar, malas berolahraga yang penting sehat, ya nggak bisa," kata Ade.

Ade mengatakan olahraga adalah upaya seseorang untuk menciptakan kesadaran pada diri sendiri, bukan pada orang lain. Karena ketika sakit yang akan merasakannya adalah diri sendiri bukan orang lain.

"Maka itu yang perlu dilakukan meningkatkan kecerdasan orang, mengedukasi orang tentang sehat. Cara pandangnya diubah dulu. Bagaimana memandang sehat itu," kata Ade.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kebugaran

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top