Tenun Kartu Khas Mamasa Bakal Dipamerkan di Museum Tekstil

Tenun merupakan kekayaan wastra nusantara yang harus dilestarikan. Namun, tak dapat dipungkiri beberapa jenis tenun di Indonesia sudah mulai dilupakan bahkan tak lagi diteruskan oleh generasi muda.
Ramdha Mawaddha | 14 November 2017 00:44 WIB
Perajin tenun mamasa - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Tenun merupakan kekayaan wastra nusantara yang harus dilestarikan. Namun, tak dapat dipungkiri beberapa jenis tenun di Indonesia sudah mulai dilupakan bahkan tak lagi diteruskan oleh generasi muda.

Salah satunya adalah tenun khas Mamasa Sulawesi Barat yang akan dipamerkan pada pameran Sole Oha di Museum Tekstil Jakarta 18 November tahun ini.

Pendiri Toraja Melo Dinny Jusuf sebagai pengagas pameran mengatakan, tenun Mamasa memiliki keunikan tersendiri dan berbeda dari tenun yang lain. Perajin tenun Mamasa menggunakan kartu sebagai alat tenun sehingga hasilnya disebut tenun kartu.

Ukurannya pun berbeda dari yang lain, jika basanya menghasilkan selembar kain, tenun kartu ini justru memiliki lebar hanya sekitar 3 cm. Teksturnya pun cukup berbeda, karena tenun jenis ini lebih tebal menyerupai tali.

"Hanya satu-satunya di Indonesia, di tempat lain tidak ada. Kalau tenun mereka panjang 10 meter, mereka sudah adatnya demikian dan kebiasaan itu susah diubah," kata Dinny, Senin (13/11/2017).

Menurut Dinny, teknik yang digunakan penenun Mamasa adalah yang paling tua di dunia. Teknik menenun kartu tersebut ditemukan di zaman mesir kuno dan juga di Eropa Timur.

"Tetapi kenapa ada di desa terpencil di Mamasa, aku juga gak ngerti. Di sana ada satu kampung yang memang bisa membuat tenun ini," ujarnya.

Dalam pameran tersebut, akan ditampilkan sepuluh jenis motif tenun khas Mamasa. "Kami baru berhasil mengumpulkan 10 motif, di sana sangat miskin dan terisolasi," kata Dinny.

Tag : tenun
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top