Tere Liye Larang Netizen Kutip tulisannya Untuk Foto Selfie

Penulis Tere Liye memprotes dan melarang orang mengutip tulisannya dalam foto selfie mereka
Mia Chitra Dinisari | 22 November 2017 13:13 WIB
Konferensi pers buku Tere Liye - Azizah Nur Alfi

Bisnis.com, JAKARTA - Penulis Tere Liye memprotes dan melarang orang mengutip tulisannya dalam foto selfie mereka.

Dia mengatakan alasannya karena seringkali yang mencomot kutipan tulisan dirinya tidak sesuai dengan foto yang diunggahnya yang berupa foto selfie. Bahkan, dia juga mengatakan dirinya sendiripun belum pernah memposting foto selfie dengan tambahan kutipan tulisannya.

Tere Liye juga melarang pemakai media sosial memakai kutipannya pada foto mereka yang mengandung pamer.

Hal tersebut diungkapkannya dalam page facebooknya pada 20 November lalu.

Meski demikian, Tere Liye tidak melarang kutipannya dipakai orang dengan catatan foto dan caption sesuai dan tidak terkesan pamer.

Berikut pernyataan Tere Liye dalam page Facebooknya

Woi, lu yang mau pamer foto selfie, kagak usah lu pakai2 caption pinjam quote page Tere Liye ini. Asyik betul foto selfie, wajah sudah kayak lemari menuhi seluruh layar, monyong2, sok cantik, sok ganteng, lantas caption di bawahnya: "Inilah hidupku, dstnya, dstnya - Tere Liye"

Termasuk kalian yang selebgram top dengan follower jutaan. Berhenti pakai quote page ini di akun kalian. Kagak nyambung. Lah, yg punya quote, kagak sekalipun posting fotonya sendiri. Ini bukan sok suci, sok bermoral, ini simpel soal: kalau lu mau selfie, mau pamer, mikir sendiri captionnya! Bikin sendiri. Jangan ajak2 Tere Liye untuk mendukung aktivitas pamer kalian.

Kalian mau posting foto di instagram, lagi di depan menara Eiffel. Itu hak kalian. Toh itu foto2 kalian, instagram kalian. Tapi sekali kalian tulis caption foto itu dgn nyomot postingan page Tere Liye, maka itu jadi masalah saya. Misal, “Inilah hidupku. Sederhana.Terserah apa kata orang, aku apa adanya. --Tere Liye” Duuh, dek, lu foto depan menara Eiffel, lantas sok bilang inilah hidupku, Tere Liye. Situ ngerti nggak sih sebenarnya? Situ sedang pamer, tapi belagak sedang suci sedunia.

Juga termasuk ribuan foto2 lain, yang sejatinya adalah pamer.
Kalian mungkin akan keras kepala bilang, sy tidak pamer, loh, saya sedang berbagi kebahagiaan, sy sedang bla-bla-bla, dan terserah saya dong mau posting apa. Ya memang. Terserah situ mau ngapain posting apa. Tapi catat baik2, kamu pakai caption milik orang lain? Paham nggak sih? Dan yang punya. Coba tengok page Tere Liye, ada tidak dia posting fotonya sedang kayang di London, sedang monyong di Singapore? Sedang lompat2 di New York. Ada tidak fotonya di page ini?

Kalian sedang naik pesawat, jepret, posting diinstagram, kasih caption: Tidak apa sering sakit hati, dilupakan, ditinggalkan. Banyak orang besar lahir dari sakit hati. - Tere Liye. Sy benar2 nggak paham, situ sebenarnya sedang pamer lagi naik pesawat toh? Kenapa jadinya caption foto-nya Tere Liye? Bullshit kalau kalian bilang sy sedang berbagi kebahagiaan. Sy cuma share quote kok, Bang, kebetulan fotonya itu. Terserah deh situ mau argumen apa. Tapi sekali lagi, itu quote page ini. Jangan manfaatkan quote itu utk menunjang aktivitas pamer kalian.

Kalau mau share quote, maka share saja quote-nya, kagak usah ada wajah lu di sana, yg sedang pamer. Cukup foto kucing, foto bunga.

Adik2 sekali, sy tdk pernah melarang kalian share, repos, print, tempel di tiang listrik, dll apapun tulisan Tere Liye. Bebas. Tapi ketahuilah, ada yang nyambung, dan ada yg tidak. Ada yang pantas dan ada yg tidak. Tidakkah kalian membaca salah-satu novel Tere Liye, dan mengambil pemahaman? Tidakkah kalian melihat page ini, dan mengambil pelajaran?

Silahkan share, repos tulisan2 saya, tapi berhenti menjadikannya caption foto2 kalian yg sedang ngapain. Bangun tidur, monyong2in mulut, selfie, posting di media sosial, kasih caption: Jika kita melihat seorang (wanita) yang begitu tangguh, kuat, dan mandiri, maka jangan lihat dia sekarang berdiri tegak di sana begitu mengagumkan. Tapi tanyakanlah, seberapa banyak hal, orang, peristiwa menyakitkan yang telah dia lewati, yang membuatnya menjadi semakin kuat. - Tere Liye. Ini teh maksudnya apa?

Wabilkhusus buat selebgram dengan follower buanyak. Adalah hak kalian mau selfie, posting foto kalian di akunnya. Mau tiap jam posting juga silahkan. Sy tdk rese dgn itu, dan ngapain sy ngabisin waktu ngurus postingan kalian. Tapi berhenti pakai caption tulisan di page ini. Kalian merasa “selebritis” kan? Masa’ iya, selebritis cuma modal caption tulisan Tere Liye, pakai tulisan penulis yg nggak banget, buku2nya nggak laku, sombong dan sok itu.

Semoga paham. Kalau nggak paham. Baca lagi tulisan ini 10x. Tetap nggak paham, tanya ke yg paham. Itu kenapa Tere Liye marah2, tolong jelaskan? Jangan, paham juga nggak, eh malah marah2 di postingan ini. Itu namanya telolet. Kita sering banget loh bilang alay, generasi micin, dll, Jangan2, kitalah alay dan generasi micin itu. Jarang baca buku, jarang baca tulisan2 panjang. Saat baca tulisan seterang benderang ini, marah!

Buat yang tidak terima dilarang pakai quote Tere Liye untuk caption foto selfienya, kalian kan bisa pakai quote lain. Ngapain pula pakai quote Tere Liye, penulis sombong, kasar, sok bijak, sok terkenal, buku2nya nggak laku itu. Mending pakai yang lain, malah bisa tambah fantastis postingan foto selfie nan pamer milik kalian. Berikut saya kasih contoh:

Misal, lagi foto selfie monyong di depan taman bunga, kasih caption: "Bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, UUD 1945".

Atau lagi foto bareng pacarnya, mesra pol pelukan, ciuman, kasih caption: "Ketuhanan Yang Maha Esa -- Pancasila"

Atau lagi selfie pose kayang pengin mamerin pakai baju apa hari ini, kasih caption keterangan foto: "Kerja. Kerja. Kerja.- Jokowi"

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Tere Liye

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top