Ini Skema Baru Program Insentif Penelitian Insinas 2018

Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) memberikan bantuan dana melalui Program Insentif Riset Sistem Penelitian Nasional (Insinas) pada Lembaga Pemerintah Nonkementerian (LPNK) di bawah naungan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
Dika Irawan | 13 Februari 2018 19:51 WIB
Ilustrasi - Jibi

Kabar24.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) memberikan bantuan dana melalui Program Insentif Riset Sistem Penelitian Nasional (Insinas) pada Lembaga Pemerintah Nonkementerian (LPNK) di bawah naungan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Penguatan Risbang, Muhammad Dimyati mengatakan bahwa Program Insentif Penelitian Insinas 2018 merupakan perbaikan skema, yang diharapkan dapat mempercepat kemanfaatan hasil riset tersebut untuk masyarakat. Sebab hasil riset ini diharapkan dapat memberikan output dengan tingkat kesiapan teknologi yang tinggi, dan melibatkan berbagai disiplin ilmu dan institusi yang saling melengkapi satu dengan yang lainnya.

“Hal ini merupakan bagian dari mosaic besar, puzzle-puzzlenya harus berhubungan, tidak hanya multi disiplin tapi juga multi institusi,” jelas Dimyati dalam keterangan tertulis, Selasa (13/2/2018).

Dengan skema baru ini kementerian bersama dengan LPNK menetapkan produk atau implementasi teknologi hasil riset dan pengembangan yang akan dihasilkan dalam periode tiga tahun ke depan. Dengan memberi satu target yang jelas yang ingin dicapai dalam satu periode riset dan pengembangan, maka bagi peneliti akan memberi arah yang pasti apa yang ingin dituju.

“Bagi lembaga penelitian juga mendapat kejelasan apa yang akan dihasilkan, bagi kementerian memberi kepastian berapa anggaran yang dibutuhkan dan bagi masyarakat akan dapat harapan suatu hasil riset pengembangan yang dapat dilihat, dirasakan dan yang terpenting dapat dimanfaatkan.”

Dalam skema baru ini, untuk tema ‘flagship’ Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) adalah Pangan Fungsional Berbasis Sumbar Daya Lokal; tema ‘flagship’ Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) adalah Energi Baru Terbarukan Berbasis Bioenergi; tema ‘flagship’ (Badan Tenaga Nuklir Nasional) BATAN adalah Disain Rinci Reaktor Daya Eksperimental (RDE).

Selanjutnya, tema ‘flagship’ Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) adalah Pengideraan Jauh untuk Pemantauan Sumber Daya Alam dan Lingkungan; tema ‘flagship’ Badan Standardisasi Nasional (BSN) adalah Pengembangan SNI untuk Mendukung Hasil Litbang Kesehatan, Pangan, Energi Nuklir, Panas Bumi, Pemantauan dan Sumber Daya Alam; dan tema ‘flagship’ (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) BAPETEN adalah Sistem Dan Teknologi Pengawasan Instalasi dan Fasilitas Nuklir.

Tag : penelitian
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top