Jangan Biarkan Masa Pensiun Terjerat oleh Hutang

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Bankers Life Center di Amerika Serikat pada 2017, hanya sekitar 34% kalangan baby boomer (berusia 5270 tahun) dengan pendapatan menengah yang tidak terjerat hutang saat masa pensiun.
Nindya Aldila | 18 Februari 2018 01:10 WIB
Ilustrasi - arsip.ubaya.ac.id

Bisnis.com, JAKARTA—Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Bankers Life Center di Amerika Serikat pada 2017, hanya sekitar 34% kalangan baby boomer (berusia 52—70 tahun) dengan pendapatan menengah yang tidak terjerat hutang saat masa pensiun.

Untuk itu, segera lakukan beberapa langkah di bawah ini agar masa pensiun Anda tidak dihantui oleh tunggakan-tunggakan yang menyulitkan Anda nantinya, seperti dikutip dari The Balance.

1.Tentukan Prioritas Anda

Perencana keuangan biasanya merekomendasikan agar Anda menabung setidaknya 10%--15% dari penghasilan Anda setiap tahun untuk masa pensiun, dan beberapa bahkan menyarankan hingga 20%.

Anda juga harus menyisihkan uang untuk dana darurat setidaknya tiga sampai enam bulan biaya hidup. Artinya, Anda tidak perlu menggunakan kartu kredit untuk menutupi kebutuhan mendadak.

Jika Anda berhutang banyak uang sehingga Anda tidak mampu mencapai sasaran penghematan dasar ini, artinya hutang Anda terlalu bengkak.

Perusahaan jasa keuangan Fidelity Investments merekomendasikan untuk menekan tolok ukur penghematan tertentu setiap dekade.

Perusahaan mengatakan, Anda seharusnya sudah menabung paling sedikit satu kali gaji Anda pada saat Anda berusia 30, tiga kali gaji Anda pada saat Anda berusia 40, enam kali gaji Anda pada saat Anda berusia 50, delapan kali gaji Anda saat berusia 60, dan 10 kali gaji Anda pada saat berusia 67 tahun.


2. Apakah hutang Anda sekarang masih terbilang aman?

Untuk mengetahui berapa jumlah tabungan yang aman untuk tetap dapat menyicil tagihan, ambil kalkulator dan kurangi jumlah perkiraan uang yang bakal Anda sisihkan untuk tabungan dari penghasilan tahunan Anda.

Kemudian cermati anggaran bulanan Anda untuk menilai berapa banyak uang yang bisa Anda ambil untuk membayar pinjaman.

Mengingat tingginya biaya makan, gas, mobil, penitipan anak, dan biaya hidup rutin lainnya, menambah pengeluaran untuk membayar hutang akan semakin menguras kantong.

Bahkan kenaikan pendapatan tahunan tidak akan membuat lebih mudah Anda membayar hutang-hutang Anda. untuk membawa kelebihan hutang.

Misalnya, jika Anda berusia 50 tahun, menghasilkan Rp48 juta dalam setahun, dan  masih menghabiskan 30% dari pendapatan Anda untuk membayar cicilan, maka hanya akan Anda kemudian akan memiliki sisa Rp2,8 juta per bulan untuk memenuhi kebutuhan.

Dengan demikian, jika mencicil membuat menggagalkan Anda menabung secara agresif untuk masa depan Anda, maka hutanh Anda pasti semakin menggunung. Semakin dekat masa pensiun, semakin agresif Anda harus mencoba mengurangi cicilan Anda. 

Tag : pensiun
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top