Kebiasaan Menyehatkan Keuangan

Budaya konsumsi di Indonesia semakin tinggi, terutama adanya bisnis online. Begitu mudah dan murahnya berbelanja, mulai dari barang produksi UKM sampai barang impor.Yang menarik, Bank Indonesia mengungkapkan bahwa sebesar 62% dari rumah tangga ternyata belum memiliki tabungan. Bukan soal pendapatan tetapi kesadaran saja belum ada.
Tom MC Ifle, Director & Head Coach PT Aubade Makmur | 04 Maret 2018 14:51 WIB
Tom Mc Ifle - jibi

Budaya konsumsi di Indonesia semakin tinggi, terutama adanya bisnis online. Begitu mudah dan murahnya berbelanja, mulai dari barang produksi UKM sampai barang impor.
Yang menarik, Bank Indonesia mengungkapkan bahwa sebesar 62% dari rumah tangga ternyata belum memiliki tabungan. Bukan soal pendapatan tetapi kesadaran saja belum ada.
Agar tidak menjadi masalah pada masa depan kita perlu memikirkan teknik memiliki keuangan yang sehat. Apa yang kita kerjakan pada masa muda menjadi bekal pada masa tua, termasuk kebiasaan mengatur keuangan, bisa menjadi pondasi keuangan pada masa mendatang.
Berikut ini beberapa kebiasaan baik pada masa muda yang bisa membentuk keuangan yang sehat:
Pertama, belanja cerdas. Kebiasaan belanja memberi pengaruh cukup besar pada kondisi keuangan seseorang. Hal ini berkaitan dengan bagaimana orang tersebut menghabiskan uang, baik untuk memenuhi kebutuhan pribadi maupun keluarga. Semakin mudah Anda mengeluarkan uang, semakin cepat habis uang Anda.
Untuk belanja barang tertentu di luar kebutuhan sehari-hari, misalnya ponsel, perabotan rumah, barang elektronik pertimbangkanlah untuk membelinya secara kontan. Membeli secara kredit artinya menambah biaya yang harus Anda keluarkan karena ada bunga kredit. Anda harus membayar jauh lebih mahal. Jika memang barang tersebut tidak diperlukan sesegera mungkin, bersabarlah dengan menabung lebih dahulu.
Kebutuhan sehari-hari harganya mungkin murah tetapi karena jenisnya banyak dan rutin jika dikalkulasikan, maka jumlahnya juga bisa tinggi. Ada beberapa tip jitu yang bisa menghemat pengeluaran Anda saat berbelanja kebutuhan sehari-hari, yakni buatlah prioritas barang yang akan dibeli. Jika ada kelebihan uang untuk membeli barang yang lain, pastikan bahwa barang tersebut memang memiliki manfaat untuk Anda.
Sebelum pergi berbelanja, buatlah daftar barang yang akan dibeli. Selain agar tidak ada yang terlupa, juga untuk menghindari pembelian barang di luar rencana.
Selanjutnya, pilihlah tempat yang menjual barang-barang kebutuhan dengan harga lebih murah. Ritel modern umumnya memiliki waktu promosi untuk produk-produk tertentu. Misalnya, setiap akhir pekan dengan. Manfaatkanlah promo semacam ini untuk menghemat pengeluaran.
Terakhir, pilihlah produk berkualitas baik, alih-alih produk murahan agar bisa dipakai lebih lama. Ada anggapan "harga bawa rupa". Tetapi itu tidak selalu benar. Tidak semua barang mahal memiliki kualitas terbaik. Sebaliknya, tidak berarti harga murah memiliki kualitas rendah. Bijaklah menyikapi masalah kualitas dan harga ini. Setiap konsumen pasti inginnya membeli barang berkualitas dengan harga murah.
Kedua, buatlah pos anggaran khusus untuk pengeluaran yang bersifat wajib dan jangan diganggu gugat. Jangan gunakan anggaran dalam pos ini untuk keperluan di luarnya. Misalnya, anggaran dapur, cicilan rumah, cicilan kendaraan, tagihan listrik, tagihan air, biaya sekolah, dan sebagainya.
Membuat pos anggaran seperti ini membantu Anda mengelola uang dengan rapi. Anda akan tahu ke mana saja dana Anda mengalir. Selain itu, kebiasaan ini akan menghindarkan Anda dari keterlambatan pembayaran cicilan. Disiplin membayar tagihan sebelum tanggal jatuh tempo akan menghindarkan Anda dari denda. Adanya denda berarti adanya pengeluaran tambahan.
Disiplin membayar cicilan, selain bebas biaya keterlambatan, juga dapat memelihara kepercayaan kreditur kepada Anda. Dengan rekam jejak yang mulus, Anda akan lebih mudah mendapatkan pinjaman kembali di kemudian hari.
Ketiga, menabung itu penting, dan bukanlah jargon semata. Jika Anda masih belum memiliki tabungan, mulailah sekarang juga. Lakukan selama 6 bulan atau 1 tahun ke depan, dan lihatlah sendiri manfaatnya. Sisihkan walau sedikit, sejumlah uang dari penghasilan bulanan Anda. Ambil bagian tabungan di awal gajian, jangan di akhir. Menyisihkan sedikit uang  pada saat masih banyak akan terasa lebih mudah dibandingkan dengan menyisihkannya saat sudah sedikit.
Tabungan Anda bisa berupa uang yang disimpan di bank ataupun berbentuk emas batangan. Menabung emas bisa lebih menguntungkan karena harga jualnya cenderung naik seiring  dengan waktu. Saat ini emas batangan ada yang berukuran 1 gram. Cocok untuk pemula yang ingin mulai menabung emas setiap bulan.
Keempat, investasi adalah pilihan yang tepat untuk mendapatkan penghasilan tambahan, selain penghasilan tetap. Ada banyak bentuk investasi yang cocok untuk para pemula berusia muda. Reksadana, misalnya bisa dimulai hanya dengan uang Rp100.000. Ini adalah pilihan terbaik bagi yang bermodal tipis dan baru mulai menjajaki dunia investasi. Reksadana cocok untuk yang mencari passive income, mendapat penghasilan tanpa bekerja.
Pilihan lainnya adalah investasi pada valuta asing, komoditas, saham, obligasi, logam mulia, dan properti. Anda juga bisa bekerja sama membangun usaha sendiri, di luar pekerjaan utama. Pelajarilah mana yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan Anda. Setiap investasi memiliki risiko dan manfaat. Anda harus siap dengan kemungkinan risiko yang bisa terjadi.
Dana yang digunakan untuk berinvestasi sebaiknya adalah dana tabungan atau dana di luar kebutuhan pokok. Jangan habiskan semua dana yang Anda miliki untuk berinvestasi di satu bidang. Jika terjadi kerugian, Anda akan benar-benar mengalami kesulitan keuangan.
Kelima, berbagi atau sedekah merupakan salah satu cara bersyukur atas rezeki yang diperoleh. Bahkan, cara ini diyakini dapat membuka pintu rezeki berikutnya. Gemar berbagi adalah sikap bijaksana yang mencerminkan kedewasaan pemikiran dan pengelolaan kekayaan. Orang yang senang berbagi disukai banyak orang dan lebih mudah menjalin kerja sama bisnis dengan orang lain.
Berbagilah dengan cara membantu kaum dhuafa, baik secara langsung maupun lewat lembaga sosial. Berbagilah walau sedikit, dan tingkatkanlah seiring dengan meningkatnya pendapatan.

Tag : investasi
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top