HDMI Ikut Pameran Furnitur Internasional di Singapura

Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI) dipastikan akan mengikuti pameran furnitur internasional bertajuk International Furniture Fair Singapore (IFFS) di Singapore Expo Convention and Exhibition Center, pada 8 - 11 Maret mendatang.
Dika Irawan | 07 Maret 2018 07:00 WIB
Pengunjung berada di salah satu stand pameran International Furniture Expo (IFEX) 2017 di Jakarta, Senin (13/3). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI) dipastikan akan mengikuti pameran furnitur internasional bertajuk International Furniture Fair Singapore (IFFS) di Singapore Expo Convention and Exhibition Center, pada 8 - 11 Maret mendatang.

Diikuti lebih dari 400 peserta, IFFS merupakan salah satu pameran furnitur internasional besar di Asia yang didatangi oleh 21.000 pengunjung dari berbagai negara.

Bambang Kartono, Ketua Umum HDMI mengatakan, pihaknya berkolaborasi dengan program Indonesia Designer Challenge untuk menampilkan 36 karya desainer mebel muda Indonesia yang dihasilkan dari kompetisi IDC 2016 dan 2017. Dengan demikian karya yang dihasilkan oleh program IDC ini mempunyai kualitas yang sangat baik dan bisa berkompetisi di ajang internasional.

Didukung oleh INNOLA (PT Deka Sari Perkasa), TRAYA Indonesia, Jaco Singapore, Asmindo, Perhutani, dan Kimkas, keikutsertaan HDMI dalam ajang pameran internasional ini, lanjutnya, merupakan upaya untuk menunjukkan kepedulian dan kemampuan karya HDMI kepada dunia internasional. Sebab karya desain dan desainer mebel indonesia mampu untuk bersaing di industri mebel internasional dan menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

"Hal ini penting dilakukan oleh HDMI, mengingat indonesia merupakan salah satu produsen mebel terbesar dunia yang memiliki sumber daya terbesar di dunia. Namun sampai saat ini Indonesia masih dikenal sebagai produsen mebel saja, belum dikenal sebagai penghasil mebel dengan desain yang mempunyai kualitas tinggi," demikian keterangan tertulis yang diterima, Selasa (6/3/2018).

Sebagai catatan, pada 2016 industri mebel telah menyumbangkan sebesar US$1,617 miliar atau 1,47% dari total ekspor atau turun bila bandingkan dengan perolehan 2015 sebesar US$1,9 miliar.

"Adapun sampai saat ini andalan kekuatan ekspor mebel indonesia adalah harga yang murah. Oleh sebab itu perlu strategi lain yang lebih pas untuk mendapatkan keuntungan yang lebih baik, upaya HDMI kali ini merupakan sebuah tawaran bagi industri mebel nasional yaitu dengan menggunakan strategi peningkatan kualitas desain."

Tag : furniture
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top