Ibu Hamil Harus Waspada Infeksi TORCH, Pelajari Pemicunya

Melahirkan buah hati yang sehat dan sempurna tentu menjadi dambaan setiap orang tua sehingga sangat penting memeriksakan kondisi kesehatan sang ibu secara rutin.
Yoseph Pencawan | 24 Maret 2018 03:20 WIB
Ilustrasi ibu hamil - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Melahirkan buah hati yang sehat dan sempurna tentu menjadi dambaan setiap orang tua sehingga sangat penting memeriksakan kondisi kesehatan sang ibu secara rutin.

Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan Rumah Sakit Pondok Indah, Ali Sungkar, gaya hidup dan riwayat kesehatan sang ibu berpengaruh besar terhadap kesehatan kehamilan. Oleh karena itu, calon ibu harus mewaspadai ancaman infeksi berbagai virus yang membahayakan tumbuh kembang janin.

"Untuk memastikan kondisi kesehatan sang ibu pra-kehamilan, ada beberapa tes yang harus dijalani dan salah satunya adalah TORCH," ungkapnya pada Jumat (23/3/2018).

Ali Sungkar menjelaskan TORCH merupakan singkatan dari Toxoplasmosis, Other Infection (sifilis), Rubella, Cytomegalovirus (CMV) dan Herpes Simplex Virus (HSV). Meski hanya menyebutkan lima infeksi klasik, kategori Other Infection juga mencakup HIV, VZV (Varicella), Parvovirus B19, Enterovirus, dan lainnya.

Infeksi TORCH adalah kelompok infeksi yang didapat secara kongenital dan menyebabkan morbiditas serta mortalitas signifikan pada neonatus. Infeksi ini diakibatkan oleh ibu dan melewati transplasenta atau selama proses persalinan.

Setiap infeksi memberikan dampak yang berbeda, tetapi ada banyak kesamaan dalam terjadinya mekanisme infeksi. Yang pasti, infeksi virus TORCH membahayakan bagi wanita hamil dan janin yang dikandungnya.

Infeksi virus ini diyakini sebagai penyebab neonatus yang lahir dengan Intra Uterine Growth Retardation (IUGR), microcephaly, kalsifikasi intrakranial, konjungtivitis, gangguan pendengaran, ruam, hepatosplenomegali, atau trombositopenia.

Ada banyak faktor yang dianggap menjadi pemicu munculnya virus TORCH di kalangan kaum hawa. Antara lain wanita yang memelihara kucing dan membersihkan kotorannya, wanita dengan aktivitas seksual dan wanita yang suka makan daging yang tidak matang. Mereka memiliki risiko lebih tinggi untuk mengidap virus ini.

Tag : ibu hamil
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top