Industri Fashion Nasional harus Miliki Riset Pasar yang Kuat

Indonesia memiliki peluang until menjadi barometer dalam modest fashion, namun harus terus memiliki ide kreatif dan memperkuat riset pasar.
Asteria Desi Kartika Sari | 27 Maret 2018 00:57 WIB
Desainer dari Solo, Tuty Adib - Jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia memiliki peluang until menjadi barometer dalam modest fashion, namun harus terus memiliki ide kreatif dan memperkuat riset pasar.

Perancang Busana Tuty Adib mengatakan guna mewujudkan hal tersebut menurutnya Indonesia harus terus memiliki ide kreatif dan memperkuat riset pasar.

Menurut Tuty, beberapa negara cenderung memilih pakaian yang ready to wear dan ringan, sesuai dengan karakter kesibukan masing-masing. Sementara itu dari sisi warna kain, warna sesuai warna kulit menjadi salah satu pertimbangan. Salah satu contoh, untuk orang-orang yang berkulit hitam, cenderung memilih warna yang bisa memaksimalkan eksotisme kulitnya.

"Jadi ada yang suka warna pastel dan mungkin ada juga yang enggak suka sama model yang sangat Indonesia, jadi kayak warna-warna nude juga ada," ujarnya.

Sementara itu untuk negara-negara dengan empat musim, bahan-bahan seperti katun atau viscose kerap menjadi pilihan. Pada intinya,katanya, riset mendalam menurutnya menjadi hal yang sangat penting.

"Asia mungkin senang detail, tapi kayak orang Eropa, Amerika, mungkin tidak begitu suka yang detail. Tidak bisa generalisasi. Kita mau bidik negara mana, harus kita pelajari," tegasnya.

Tag : fashion
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top