Ini Fakta Terkait Penyakit TBC di Indonesia

Di Indonesia, Tuberculosis (TBC) adalah penyakit menular yang paling banyak menyebabkan kematian dan menjadi ancaman berbahaya bagi kesehatan masyarakat.
Mia Chitra Dinisari | 27 Maret 2018 11:06 WIB
Kampanye Peduli TBC - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Di Indonesia, Tuberculosis (TBC) adalah penyakit menular yang paling banyak menyebabkan kematian dan menjadi ancaman berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Pada tahun 2016, terdapat 274 kasus kematian per hari yang disebabkan oleh TB. Harus ada upaya serius untuk menekan tingginya kasus TB baru yang mencapai 1.020.000 penderita pada tahun 2016 dan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kasus TB terbesar ke-dua di dunia.

Berdasarkan laporan Global Tuberculosis Report WHO pada tahun 2017, Indonesia tercatat sebagai negara kedua dengan penderita TBC terbanyak di dunia, yaitu 1.020.000 jiwa.

TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis. Ditemukan pertama kali pada tahun 1882, atau 130 tahun lalu oleh Robert Koch. Namun sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan dunia termasuk Indonesia.

TBC merupakan salah satu dari 10 penyebab kematian terbesar di dunia. Pada tahun 2016, jumlah penderita TBC di seluruh dunia sebesar 10,4 juta dan menyebabkan kematian pada 1,7 juta orang diantaranya. Lebih dari 95% kematian pada penderita TB terjadi di negara dengan penghasilan rendah dan menengah.

Sebesar 64% penderita TBC di dunia terdapat di 7 negara, yang dipimpin oleh India, kemudian diikuti oleh Indonesia, Tiongkok, Filipina, Pakistan, Nigeria dan Afrika Selatan.

Meskipun bakteri TBC memiliki kecenderungan menyerang paru-paru, namun bakteri ini memiliki kemampuan menyerang berbagai organ tubuh lainnya, seperti selaput otak, usus, tulang, kelenjar getah bening di leher dan ketiak.

Proses penyebaran TBC terjadi melalui udara, saat pasien batuk atau bersin (dan mengeluarkan percikan dahak) kemudian terhirup oleh orang lain. Proses penularan terhadap orang lain sangat ditentukan dari banyaknya kuman yang keluar dari pasien.

Karenanya sangat penting bagi kita mengetahui etika batuk, sehingga dapat mencegah penularan kepada orang lain, seperti; menggunakan masker, menutup mulut dengan lengan saat batuk dan bersin.

Lebih dari itu, sangat penting memiliki ventilasi yang baik untuk mengurangi kuman yang terbang terbawa oleh udara. Perlu pula diketahui, kuman TBC dapat terbunuh bila terkena sinar matahari langsung.

TBC adalah suatu penyakit yang memiliki kekhususan, proses pengobatannya terdiri dari kombinasi beberapa jenis obat dalam jumlah dan dosis dan waktu tertentu, selama 6-9 bulan. Melalui proses pengobatan yang benar sesuai dengan anjuran dokter, pasien TBC dapat disembuhkan.

Menyikapi hal tersebut, U.S. Agency for International Development (USAID), Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI) dan para pemerhati TB di Indonesia menggelar kampanye #PeduliKitaPeduliTBC, untuk mengimbau masyarakat Indonesia lebih peduli terhadap pencegahan penyebaran TBC di Indonesia.

Dalam siaran persnya mereka menjelaskan kampanye #PeduliKitaPeduliTBC mengajak masyarakat untuk menyebarkan pesan kepedulian kepada sesama. Pesan kepedulian ini ditujukan untuk mengedukasi masyarakat, bahwa TBC dapat disembuhkan dan mengajak masyarakat untuk periksa ke instansi kesehatan terdekat. Hal ini ditujukan untuk menekan penyebaran TBC di Indonesia, sehingga masyarakat Indonesia dapat terus menyebarkan kebaikan yang ada pada diri mereka.

Memberikan edukasi kepada masyarakat akan TBC merupakan hal yang sangat penting. Saat menderita batuk berdahak lebih dari dua minggu, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mendapatkan diagnosa yang tepat. Jika terbukti TBC, ikuti petunjuk dokter dalam mengkonsumsi obat hingga sembuh, karena TBC bisa disembuhkan.Kelalaian banyak terjadi saat proses pengobatan, dimana pasien tidak melanjutkan mengkonsumsi obat saat merasa sudah sembuh.

Tag : tuberkulosis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top