Pentingnya Kelas Persiapan Keuangan dan Psikologi Bagi Calon Pengantin

Meskipun sudah memantapkan diri untuk duduk di pelaminan, namun tak jarang calon mempelai panik menjelang hari pernikahan.
Asteria Desi Kartika Sari | 20 April 2018 19:17 WIB
Ilustrari pernikahan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Meskipun sudah memantapkan diri untuk duduk di pelaminan, tetapi tak jarang calon mempelai panik menjelang hari pernikahan.

Sebabnya bermacam-macam dari persoalan teknis hingga mental, seperti tidak kompaknya calon pasangan, perbedaan pandangan dua keluarga dalam rangakain acara pernikahan, biaya pernikahan, bahkan galau tiba-tiba terbersit pikiran “is he the one?”.

Lantas, bagaimana caranya agar para calon pengantin tidak terlalu panik dan bingung dalam merencanakan pernikahan mereka? . Untuk menjawab pertanyaan tersebut The Bride Dept menawarkan sebuah solusi dengan memberikan program kelas tak hanya weeding planning,  tetapi juga financial planning, family planning, dan juga makeup.

Bussiness Manager sekaligus Co-Founder The Bride Dept, Friska Ruslim menuturkan banyak calon pengantin yang ingin terlibat langsung untuk mengurus atau memegang andil acara pernikahannya sendiri. Mereka yang belum berpengalaman pastinya ingin mencari informasi untuk mengurus pernikahan, sehingga kelas weeding planning menjadi digemari.

“Terlebih pernikahan adalah acara yang dilakukan sekali seumur hidup membuat calon pengantin harus memiliki planning yang jelas saat mengurus pernikahan,” kata Friska.

Lebih dari itu, katanya, para calon pengantin juga harus mampu merencanakan setelah pernikahan seperti mengurus keuangan untuk keluarga mereka kelak, sehingga kelas financial planing dan family planing menjadi perlu. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meminimalisir timbulnya konflik keluarga yang berujung pada perceraian. Belum lagi, angka perceraian di Indonesia meningkat.

Berdasarkan data Dirjen Badan Peradilan Agama, Mahkamah Agung periode 2014-2016 tren perceraian di Indonesia meningkat. Pada tahun 2014 tercatat sebanyak 344.237 perceraian, naik menjadi 365.633 perceraian di tahun 2016. Dengan kata lain, rata-rata angka perceraian meningkat 3% per tahunnya.

“Sangat penting para calon pengantin membekali diri dengan berbagai ilmu yang diharapkan dapat membantu mereka how to be make strong family,” jelasnya.

Dalam kelas tersebut, The Bride Dept telah bekerjasama dengan para ahli dibidangnya masing-masing. Untuk kelas perencanaan keuangan, pihaknya telah bekerja sama dengan ZAP Finance selaku financial planner.

Pasalnya dalam berbagai hubungan, masalah uang dan harta adalah hal paling sensitif, apalagi dengan pasangan. Siap menikah dengannya? Berarti harus menyiapkan diri dulu dengan kondisi keuangan yang mungkin akan dihadapi berdua. Berbicara tentang masalah keuangan seperti membicarakan borok yang akan dibuka selapis demi selapis karena tingkat sensitivitas masing-masing orang berbeda.

Oleh karena itu calon pengantin juga harus mulai berpikir dengan tepat langkah-langkah keuangan yang akan diambil sebelum, saat, dan setelah menikah. Sasalh satu contoh misalnya apakah berdua akan hidup di rumah sendiri atau menemani orang tua?. Atau apakah ingin membeli kendaraan atau berinvestasi pada asuransi kesehatan ketika membelanjakan keperluan pokok setiap bulan?. Tentu hal tersebut akan lebih baik untuk melakukan konsultasi dari para ahli di bidangnya.

Sementara dari sisi psikologis, The Bride Dept bekerjasama dengan Tiga Generasi untuk membantu mempersiapkan mentalpara calon pengantin. Persiapan mental pra-nikah sangat penting bagi kedua calon mempelai. Pasalnya, menikah adalah komitmen yang dilalui dalam suka maupun duka dari dua orang yang berbeda latar belakang, budaya, tradisi, sosial dan karakter.

Tag : tips keuangan
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top