Pergizi Pangan dan Indofood Lakukan Edukasi Pentingnya Sarapan Sehat

Pergizi Pangan dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk sudah 3 tahun (sejak 2015) bekerja sama program edukasi sarapan sehat.
Mia Chitra Dinisari | 27 April 2018 13:59 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pergizi Pangan dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk sudah 3 tahun (sejak 2015) bekerja sama program edukasi sarapan sehat.

Pekan Sarapan Nasional yang berlangsung 14-19 Februari 2018. Pekan Sarapan Nasional dilaksanakan sepanjang tahun sebelum puasa Ramadan.

Ketua Umum Pergizi Pangan Prof Hardinsyah mengatakan bahwa sarapan adalah makanan penting yang harus dikonsumsi setiap harinya.

Dia mengatakan pentingnya sarapan juga ada dalam surat edaran Mendagri bahwa setiap daerah dianjurkan melakukan Pekan Sarapan Nasional. Mempromosikan pentingnya sarapan termasuk pada anak sekolah.

Karena itu, Pergizi Pangan dan Indofood punya inisiasi menggalakkan sarapan sehat yang mendidik untuk anak usia SD. Pendidikan sarapan sehat dilakukab pada siswa, orangtua dan guru. Agar lebih menarik, pendidikan sarapan sehat dilakukan melalui komik dengan gambar menarik agar mereka memahami pentingnya sarapan sehat.

Untuk kegiatan ini dilibatkan 64 mahasiswa jurusan Teknologi Pangan di Universitas Sahid untuk jadi fasilitator. Mahasiswa tersebut akan memberikan pembelajaran sarapan dengan gaya anak kekinian dengan cara gembira, misalnya memahami komik yang berisi edukasi sarapan sehat dengan cara story telling. Beberapa anak diminta menceritakan kembali isi komik tersebut.

Tahun ini edukasi tentang sarapan sehat dilakukan di 7 kota, yaitu Jonggol mewakili Bogor, Jawa Barat, Bandung  Jawa Barat, Tasikmalaya, Jawa Barat, Sidoarjo, Jawa Timur, Jember, Jawa Timur, Purwokerto, Jawa Tengah dan Cirebon, Jawa Barat

Sejumlah area yang telah diedukasi menunjukkan perbaikan signifikan, misalnya Purwokerto dan Malang, jumlah yang tidak sarapan menurun menjadi 30 persen dari sebelumnya 60 persen.

Salah satu cara edukasi sarapan sehat yang dilakukan Pergizi Pangan dan Indofood adalah mengajak anak-anak/orangtua dan guru untuk sarapan dengan benar, yaitu menu sarapan mengandung karbo, protein, sayur dan buah. Anak-anak dididik jika makan mie harus dilengkapi protein (misalnya telur atau ikan) dan sayur misalnya sawi (sumber serat).

Prof Hardinsyah mengatakan anak yang tidak sarapan, saat datang ke sekolah mudah lemas, sulit konsentrasi, juga pikiran tidak fokus. 

Sarapan yang dianjurkan untuk Sarapan adalah yang bergizi seimbang. Apakah menu sarapan semua orang sama? Tidak selalu, karena harus disesuaikan dengan kondisi tubuh setiap individu. Untuk orang gemuk misalnya butuh sarapan yang lebih banyak serat. Sarapan dengan mie, perbanyak sayur sebagai sumber serat. Fungsi serat memperlambat meningkatnya gula darah sehingga tidak terjadi lonjakan. Semakin banyak serat memperlambat penyerapan gula.

Sementara itu, bagaimana jika sarapan dengan mie? Apakah mie tidak baik untuk kesehatan? Sebaiknya, mie dikonsumsi tidak berlebihan, dan dilengkapi dengan zat gizi lain. Prinsipnya meniru budaya orang China dan Jepang yang menjadikan mie sebagai makanan utama.

CSR Manager PT Indofood Sukses Makmur Tbk Dwi Setyo Irianingsih mengatakan kolaborasi edukasi sarapan sehat dengan Pergizi Pangan merupakan program CSR Indofood. Mengapa menyasar anak usia sekolah, karena intervensi di usia dini (SD) akan dibawa hingga ke sekolah lanjut. Tahun ini juga akan mulai edukasi pentingnya sarapan sehat untuk remaja.

Untuk siswa SD, target edukasi adalah siswa kelas 3-6 yang diajarkan sarapan sehat sebelum jam 9 pagi. Mengapa siswa SD? Karena banyak di antara anak SD yang terindikasi anemia kekurangan zat besi.

"Dilakukan sejak 2015, edukasi sarapan sehat ini menjangkau rata-rata 12 ribu anak setiap tahunnya. Tahun ini rencananya menjangkau 14 ribu anak di Pulau Jawa," ujarnya.

Edukasi tentang pentingnya sarapan sehat dilakukan melalui guru, siswa dan orangtua. Orangtua disarankan menyiapkan menu sarapan yang beragam nilai gizinya.

Tag : sarapan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top