Suami-Istri Bekerja dan Sering Cekcok di Rumah, Begini Kiat Mencegahnya

Seiring perkembangan zaman, saat ini kesetaraan pria dan wanita pada berbagai bidang kehidupan sudah nyaris pada posisi yang sama dan kemudian memunculkan situasi di dalam rumah tangga yang mana suami dan istri memiliki pekerjaan di luar.
Yoseph Pencawan | 01 Mei 2018 22:25 WIB
Kekerasan dalam rumah tangga - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Seiring perkembangan zaman, saat ini kesetaraan pria dan wanita pada berbagai bidang kehidupan sudah nyaris pada posisi yang sama dan kemudian memunculkan situasi di dalam rumah tangga yang mana suami dan istri memiliki pekerjaan di luar.

Namun pada banyak kasus, kondisi ini sering dianggap menjadi pemicu terjadinya pertengkaran di dalam rumah tangga. Ada anggapan bahwa suami-istri yang keduanya bekerja cenderung lebih mudah mengalami pertengkaran di rumah, dibandingkan dengan mereka yang tidak.

Namun anggapan itu disanggah akademisi psikologi di Bina Nusantara University, Muhamad Nanang Suprayogi. Ia lebih yakin kecenderungan pertengkaran lebih dipengaruhi oleh seberapa besar masalah yang dialami oleh masing-masing dari mereka di tempat pekerjaan.

"Suami atau istri yang menghadapi banyak masalah dalam bekerja dan tidak selesai di tempat pekerjaan akan membawanya ke rumah dan mendorong kecenderungan pertengkaran," ujarnya, Selasa (1/5/2018).

Karena itu, bila suami-istri sama-sama bekerja, hal terpenting yang harus dilakukan keduanya guna menekan pertengkaran adalah kemauan untuk saling memahami. Keduanya perlu menggunakan "teori layangan", yakni sikap “tarik-ulur” dalam merespon persoalan.

Ketika emosi istri sedang memuncak, maka sang suami perlu mengendurkan sikapnya, tetapi saat istri mulai menurunkan tensinya, baru si suami bisa mengeluarkan penegasan yang lebih kuat. Sebaliknya, pola sikap yang sama bisa juga dilakukan sang istri.

“Jangan kenceng-kencengan, nanti malah putus layangannya, terjadi pertengkaran hebat.”

Akan lebih baik lagi suami bersikap lebih tenang atau diam saat suasana hati istrinya sedang "panas" sampai setelah semua uneg-uneg istri keluar, baru kemudian suami berbicara. Sikap ini perlu dilakukan suami karena kadang-kadang istri bersikap seperti itu hanya karena ingin didengarkan, dimengerti atau dipahami.

Tag : rumah tangga
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top