Treatment Komposer Purwacaraka Dalam Musik Opera "Ainun"

Opera "Ainun" yang akan dihelat di Jakarta pada 15 dan 16 September 2018, menjadi kali pertama pertunjukkan berjenis "opera barat" di Indonesia dan bahkan di Asia. Opera yang didominasi alunan musik, menjadi tanggung jawab besar sang komposer.
Aprianus Doni Tolok | 09 Juni 2018 22:12 WIB
Purwacaraka - Bisnis.com/Duwi Setiya Ariyanti

Bisnis.com, JAKARTA - Opera "Ainun" yang akan dihelat di Jakarta pada 15 dan 16 September 2018, menjadi kali pertama pertunjukkan berjenis "opera barat" di Indonesia dan bahkan di Asia. Opera yang didominasi alunan musik, menjadi tanggung jawab besar sang komposer.

Komposer Purwacaraka yang menggawangi musik Opera "Ainun" menanggapi hal tersebut sebagai sebuah tantangan tersendiri.

"Saya lebih senang [sebuah] tantangan itu dijabarkan pada pandangan yang lebih mudah diinterpretasi dan dinikmati," tuturnya.

Menurutnya, pertunjukkan opera identik dengan sajian musik klasik Eropa dan sedikit berbeda dengan drama musikal yang banyak menyajikan musik-musik yang lebih ringan seperti pop.

Dalam durasi 135 menit, musik klasik yang cenderung kompleks untuk dinikmati akan dikolaborasikan dengan musik tradisional Indonesia. Tujuannya adalah supaya lebih mudah dinikmati masyarakat Indonesia tetapi juga tetap kental dengan ciri khas musik klasik Eropa.

Dia juga mengapresiasi pemeran Habibie, Farman Purnama, dan Ainun, Andrea Miranda yang telah menunjukkan kualitasnya dalam membawakan aria dan libreto - istilah musik yang dinyanyikan dalam opera.

"Musik dalam opera ini bukan karya satu atau dua orang, tetapi melibatkan banyak pihak yang memberi impact di dalamnya. Termasuk para penyanyi di dalamnya. Mereka juga patut diapresiasi," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
teater

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top