Mampukah Indonesia Mewujudkan Zero Waste?

Konsep zero waste sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru. Beberapa negara seperti Amerika, Australia, Swedia, Selandia Baru dan beberapa negara Eropa lainnya sudah menerapkan konsep tersebut untuk menjadi solusi konkret dalam pengelolaan sampah.Sementara Indonesia masih membutuhkan perjalanan jauh untuk mewujudkan zero waste
Asteria Desi Kartika Sari | 11 Juni 2018 06:00 WIB
Tumpukan sampah di Teluk Jarta, Kepulauan Seribu - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Konsep zero waste sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru. Beberapa negara seperti Amerika, Australia, Swedia, Selandia Baru dan beberapa negara Eropa lainnya sudah menerapkan konsep tersebut untuk menjadi solusi konkret dalam pengelolaan sampah.

Sementara Indonesia masih membutuhkan perjalanan jauh untuk mewujudkan ‘zero waste’.

Pemerintah menargetkan terkait pengelolaan sampah, yaitu dapat mengurangi sampah hingga 3% dan pengelolaan sampah hingga 70% pada 2025. Oleh karena itu dikeluarkan Peraturan Presiden Nomor 18/2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan

Guru Besar Pengelolaan Udara dan Limbah Institut Teknologi Bandung (ITB) Enri Damanhuri menilai target pemerintah memang sangat tinggi. Pasalnya sebagaian besar , sebanyak 80% sampai plastik belum terkelola dengan baik.

"Buat saya itu terlalu besar. Target 30% tidak mudah karena pengelolaan pusatnya hanya di Jawa, Bali, di tempat lain tidak ada. Indonesia kan bukan hanya Jawa," kata Enri dikutip Minggu (10/6/2018)

Dia menjelaskan, ada tiga jalur sampah plastik, yakni masuk ke Tempat Pembuangan Sampah(TPA), masuk ke tempat daur ulang dan lingkungan. Sementara, dia menilai jalur daur ulang

(recycling) dianggap masih belum memungkinkan untuk mengurangi semua sampah plastik yang ada. Sedangkan sampah plastik yang dibuang adalah sampah yang tidak bisa dijual.

"Hanya 20% pemulung yang mau mengambil itu. 80% dikemanakan? Kalau lari ke TPA tidak masalah, tapi oleh sektor informal dilarikan kemana? Laut, sungai, dikubur, dan sebagainya," .

Dari sisi produsen, Danone Aqua berkomitmen mengumpulkan sampah plastik lebih banyak, mengedukasi masyarakat tentang pentingnya daur ulang sampah plastik, hingga berinovasi

terhadap desain kemasan produknya sendiri melalui kampanye #BijakBerplastik.

"Kami pastikan kemasan kami bisa di-recycle. Sekarang sudah 98%, jadi kemasan itu kalaupun ada di lingkungan tapi kalau dikumpulkan bisa jadi kemasan lain," ujar Direktur of Sustainable Development Danone Aqua, Karyanto Wibowo.

Melalui kampanye tersebut, dia mengajak lapisan masyarakat untuk mengubah perilaku penggunaan plastik agar lebih bijak dalam tiga hal.Pertama, dari tahap produksi agar memproduksi plastik yang bisa didaurulang. Kedua, dari tahap mengkonsumsi plastik agar

bisa memanfaatkannya sehingga bisa bernilai ekonomi. Ketiga, tahap pengelolaan sampah.

Sampah harus dipastikan dikelola dengan tepat setelah dikonsumsi. " Jadi kembali ke perilaku, edukasi, pengetahuan konsumen sebenarnya plastik ini bisa di-recycle dan kalau

membuang sembarangan akan merusak lingkungan. Ini harus disampaikan agar masyarakat lebih bijak," kata Karyanto

Tag : sampah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top