Ciputra Kenang Pelukis Hendra Gunawan: "Getaran Hatinya Sama Dengan Saya"

Pengusaha sekaligus kolektor lukisan, Ciputra memiliki cerita unik dengan sang maestro lukis Hendra Gunawan. Sosok pelukis masa lalu itu menjadi teman baik Ciputra sejak 1963.
Rayful Mudassir | 04 Agustus 2018 18:37 WIB
Ciputra (kedua dari kiri) saat pembukaan pameran 100 tahun Hendra Gunawan, Sabtu (4/8/2018). - Bisnis/Rayfur Mudassir

Bisnis.com, JAKARTA - Pengusaha sekaligus kolektor lukisan, Ciputra memiliki cerita unik dengan sang maestro lukis Hendra Gunawan. Sosok pelukis masa lalu itu menjadi teman baik Ciputra sejak 1963.

Pertemuan Ciputra dan Hendra dimulai sejak Pak Ci, demikian sapaan untuk Ciputra, melihat karya pelukis itu kaya akan warna warni dalam sapuan cat di atas canvas. Setelah itu Pak Ci bertekad untuk mengumpulkan lukisan dari Hendra.

Saat akan mengumpulkan karya Hendra, Pak Ci sempat tidak memiliki biaya membelinya. Setelah menabung, dia baru bisa membeli koleksi karya Hendra.

"Sampai tahun 1966 saya baru ketahui Hendra sudah masuk ke dalam penjara. Saya sangat sedih sampai akhirnya saya membuat pasar seni di Ancol," kata Ciputra sebelum membuka Pameran 100 Tahun Hendra Gunawan di Ciputra Artprenuer, Jakarta, Sabtu (4/8/2018).

Lama nama Hendra hilang saat dipenjara selama 13 tahun, akhirnya pada 1978 dia kembali dibebaskan. Setelah itu Hendra bertemu Ciputra sampai diajak ke Ancol untuk melihat karyanya masuk dalam pasar seni di Ancol.

Saat melihat pasar seni itu, Pak Ci melihat Hendra langsung menuju sebuah pohon. Dia menangis melihat karyanya akhirnya diterima publik. Sebelumnya Hendra susah payah menjual lukisannya sampai menawarkan dari pintu ke pintu.

"Kemudian saya terus mengoleksi karya lukis Hendra Gunawan," tutur Ciputra.

Pada 1983, Ciputra berkunjung ke Bali untuk berlibur seorang diri. Di sana dia teringat dengan Hendra yang berada di Bali.

Setelah berjumpa, dia melihat Hendra dalam keadaan tidak sehat. Bahkan Hendra tak lagi mengenal Ciputra, teman dekatnya

Pak Ci lebih terkejut saat melihat banyak karya Hendra tidak lagi berada di kediamannya. Istri Hendra, Nuraini, kemudian menceritakan bahwa lukisan Hendra digadaikan untuk membiayai kehidupan mereka.

Mengetahui hal itu, Pak Ci tidak tinggal diam, dia menebus lukisan di BNI 46 dan memberikan uang kepada keluarga Hendra sebesar Rp15 juta.

"Getaran hatinya sama dengan saya. Hendra penuh dengan perjuangan," katanya.

Tahun ini untuk pertama kalinya 32 karya Hendra Gunawan dipamerkan dalam pameran Hendra Gunawan: Prisoner of Hope di Ciputra Artprenuer. Pameran berlangsung mulai tanggal 5 sampai 16 Agustus 2018.

Pameran ini menceritakan tentang kisah Hendra saat masih di dalam penjara. Kisah hidupnya dinilai penuh dengan pengharapan terhadap Indonesia.

Tag : ciputra, pameran lukisan
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top