Belajar dari Ben Mboi, Mantan Gubernur NTT yang Jatuh Cinta Pada Buku

Belajar dari Ben Mboi, Mantan Gubernur NTT yang Jatuh Cinta Pada Buku
Eva Rianti | 15 Agustus 2018 22:32 WIB
Nafsiah Mboi, istri Aloysius Benedictus Mboi alias Ben Mboi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Aloysius Benedictus Mboi alias Ben Mboi, seorang dokter militer, pamong praja, juga mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 1978—1988 memberikan inspirasi kepada kita tentang kedekatannya dengan buku.  

Nafsiah Mboi, istrinya sekaligus Menteri Kesehatan Republik Indonesia periode 2012—2014 menceritakan kisah suaminya yang kehidupannya sangat dekat dengan buku. “Buku itu seperti istri selanjutnya bagi dia [Ben Mboi],” ujarnya bernostalgia, Rabu (15/8/2018).

Sewaktu SMA, Ben yang merupakan anak yatim membiayai sekolah sendiri. Ketika itu dia bekerja sebagai penjaga perpustakaan. Dari rutinitasnya di perpustakaan tersebut, akhirnya Ben mulai jatuh cinta pada buku.

“Ternyata menjadi kecanduan membaca. Ini awal mulanya dia terus menerus membaca,” lanjut Nafsiah.

Setelah tamat SMA, Ben ke Jakarta untuk kuliah dan menjadi salah satu mahasiswa di Fakultas Kedokteran UI. Lantaran tidak memiliki biaya, dia bekerja sebagai seorang guru. Dengan penghasilan yang rutin diterima, dia selalu membeli buku satu per satu dan melahapnya.  

Kondisi yang membuat Ben semakin banyak membeli dan membaca buku adalah ketika menjabat sebagai gubernur NTT, masa ketika masalah-masalah kompleks menderanya sehingga butuh pemasukan ilmu dari buku.  

Buku koleksi Ben secara umum berupa ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu pemerintahan. Buku-buku yang dilahirkannya pun banyak seputar itu.

Namun, di The Ben and Nafsiah Mboi, perpustakaan riset internasional yang berisi 22.000 koleksiannya yang baru saja dirilis pada Rabu (15/8/2018) juga memuat topik pertanian, ekonomi, agama, hingga pengobatan tradisional. Koleksian tersebut tidak terlepas dari dunia karir dan kehidupan Ben serta Nafsiah.  

Sebagai contoh, buku pertamanya berjudul “Ben Mboi-Percikan Pemikiran Menuju Kemandirian Bangsa” membicarakan tentang dana kesehatan masyarakat. Buku itu dilahirkan dari pengamatannya melihat rakyat miskin di NTT yang tidak mampu membiayai kesehatan sehingga membayar dengan hasil tanah, atau juga hasil ternak seperti telur, ayam, dan babi.

Selain itu, Ben juga menulis buku tentang pengobatan tradisional. Buku seputar itu lahir dari inisiatifnya ketika bekerja sebagai Kepala Lembaga Kedokteran Preventif Angkatan Darat. Ben menggambarkan tentang bagaimana membekali tentara agar tidak sakit ketika perang, sekalipun di tempat yang tidak ada pelayanan kesehatan.

Buku-buku yang Ben baca ataupun tulis lebih populer dikenal sebagai refleksi dari kehidupannya yang cenderung mampu membuka diri terhadap pikiran-pikiran dari luar, tetapi diterjemahkan dalam konteks lokal yang lebih realistis. 

Tag : buku
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top