Mewujudkan Liburan Impian Tanpa Ganggu Cash Flow

Sederet tanggal mungkin sudah ditandai untuk ambil cuti, dan berangkat liburan.
Asteria Desi Kartika Sari | 29 Agustus 2018 15:24 WIB
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA--Sederet tanggal mungkin sudah ditandai untuk ambil cuti, dan berangkat liburan.

Ya, liburan bisa menjadi angan-angan setiap orang dengan berbagai motif baik seperti sekadar melepas kepenatan, penyegaran sebelum penyegaran kembali, membuka wawasan lebih luas, hingga kebutuhan akan gengsi.

Sebenarnya, sudah menjadi karakteristik dari kelas menengah di setiap negara bahwa liburan menjadi salah satu pengeluaran gaya hidup yang muncul ketika berbagai kebutuhan dasar telah terpenuhi.

Sayangnya, tidak semua orang mampu mewujudkannya. Alasan klasik, cadangan dana tidak cukup untuk liburan. Padahal, Anda dapat menrencanakan liburan jauh-jauh hari dengan mengatur strategi keuangan yang tepat. Perencana keuangan OneShildt Budi Raharjo mengatakan ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan agar sukses mewujudkan liburan tanpa mengganggu finansial.

Menurutnya, hal yang paling penting untuk dipertimbangkan adalah menentukan anggaran. Sebelum memutuskan tujuan liburan adalah menyesuaikan anggaran.

Dia menjelaskan tentunya anggaran ini harus juga mempertimbangkan pengeluaran kebutuhan bulanan, kebutuhan investasi masa depan seperti untuk pension, dan pendidikan anak atau membeli aset, serta telah menyediakan proteksi yang memadai.

“Karena liburan ini bisa direncanakan, maka ada baiknya memisahkan dana rencana liburan dalam rekening tersendiri agar tidak bercampur dengan dana kebutuhan yang lain. Baru kemudian merencanakan kemana tujuan liburan dengan mengoptimalkan dana yang tersedia,” papar Budi kepada Bisnis.com, Rabu (29/8/2018).

Biasanya komponen terbesar biaya liburan adalah transportasi dan akomodasi. Menurutnya, total biayan untuk transportasi dan akomodasi bisa mencapai 50% dari total biaya liburan. Namun, sebenarnya tidak ada persentase pasti dari total biaya akomodasi karena tergantung prioritas pengeluaran.

Misalnya, ada yang mengutamakan akomodasi yang nyaman, ada yang mengutamakan pengalaman dan kunjungan ke lokasi-lokasi wisata saat liburan dan sebagainya. “Jadi sesuaikan saja dengan prioritas pengalaman liburan yang diinginkan dan seimbangkan anggaran yang ada,” katanya.

Lantas, lanjutnya, sumber pendanaan yang terbaik adalah dengan menabung sebelum berlibur, Jangan hanya mengikuti gengsi semata. Selain itu, jangan sampai gegabah menggunakan kartu kredit untuk membiayai liburan. Mungkin Anda bisa bersenang-senang di sana, tapi begitu pulang malah pusing memikirkan pelunasan. “Kalaupun menggunakan kartu kredit, lebih untuk memanfaatkan merchants yang bekerjasama serta memanfaatkan promosi yang ditawarkan,” katanya.

Selain itu, patut dicatat dana darurat serta Kredit Tanpa Agunan bukanlah sumber dana yang sesuai untuk mendanai liburan. Pasalnya, dana darurat digunakan untuk pengeluaran tak terduga yang penting dan sifatnya darurat.

Supaya tak mengganggu finansial, idealnya merencanakan dana liburan sejak setahun sebelum berlibur untuk pengeluaran liburan yang besar. Sedangkan, untuk liburan kecil dapat direncanakan beberapa bulan misalnya 3 hingga 6 bulan sebelum berlibur.

Kesalahan umum yang biasanya terjadi saat menyusun anggaran liburan adalah tidak mengantisipasi pengeluaran tak terduga seperti tidak mempersiapkan asuransi perjalanan, menggunakan dana darurat atau pos lain untuk masa depan, atau berhutang untuk keperluan liburan.

Saat di lokasi liburan, hal yang tak dapat dihindari adalah belanja, bagaimana mengaturnya agar tak tekor. Menurut Budi, jika ada rencana untuk balanja misalnya untuk oleh-oleh atau bingkisan dapat menyisihkan sekitar 10% dari anggaran liburan untuk keperluan ini.

Tag : traveling
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top