Upaya Revitalisasi Pancasila

Pancasila merupakan kekayaan termahal bagi ratusan juta bangsa Indoensia. Ideologi ini sepatutnya diterapkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh penduduk Nusantara.
Eva Rianti | 03 September 2018 19:33 WIB
Ilustrasi - Jibi/Eva Rianti

Pancasila merupakan kekayaan termahal bagi ratusan juta bangsa Indoensia. Ideologi ini sepatutnya diterapkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh penduduk Nusantara.

Tidak semua masyarakat Indonesia menerapkan nilai-nilai Pancasila yang telah dicanangkan oleh pendiri republik pada 73 tahun lalu ini dengan benar. Kondisi ini erat kaitannya dengan apa sesungguhnya cita-cita bangsa dan seperti apa perwujudannya.

Buku Indonesian Dream karya Elwin Tobing menjadi referensi yang sangat tepat bagi Anda yang ingin memahami lebih dalam mengenai topik perlunya revitalisasi dan realisasi Pancasila sebagai cita-cita bangsa.

Buku ini merupakan revisi pengembangan dan terjemahan dari Indonesian Dream: The Pursuit of A Winning Nation yang telah ditulis oleh Elwin pada 2009.

Indonesia Dream menawarkan revitalisasi narasi pancasila sebagai cita-cita manusia dan bangsa Indonesia yang cenderung sudah luntur dewasa ini. Salah satu penyebabnya adalah kecenderungan pancasila hanya sebagai penengah perdebatan antara kelompok yang menawarkan politik identitas versus politik ‘NKRI harga mati’.

Hal ini membuat pancasila kurang menyentuh secara personal, persatuan yang berkembang cenderung semu, dan sila-sila lainnya dari Pancasila seperti terisolasi.

Untuk mewujudkan cita-cita manusia dan bangsa Indonesia seperti termaktub dalam Pancasila, penulis menguraikan bahwa Indonesia harus mengembangkan tiga modal esensial, yakni modal spiritual, modal sosial, dan modal manusia.

Buku ini terdiri atas empat bagian dengan jumlah sebelas bab. Pada bagian pertama, penulis banyak membahas tentang realitas dan tantangan bangsa Indonesia untuk menjadi manusia dan bangsa yang berdaulat.

Bagian kedua membahas terkait dengan modal pertama, yakni spiritual, kaitannya dalam realitas politik agama. Pada bagian ini juga dipaparkan tentang dampak ketika gagal membangun modal spiritual.

Pada bagian ketiga, penulis membahas membahas lebih dalam tentang modal sosial, mulai dari kepercayaan dan kerja sama, institusi dan kepemimpinan, hingga koordinasi kepentingan.

Adapun, pada bagian keempat, dipaparkan topik tentang modal yang ketiga, yaitu modal manusia. Di dalamnya diterangkan mengenai revolusi mental serta masyarakat berpengetahuan.

Dengan membaca buku ini, pembaca berpotensi sadar bahwa ketiga jenis modal yang diterangkan oleh penulis terkandung di dalam diri manusia, kekayaan utama kita sebagai individu dan bangsa.

Indonesian Dream bisa saja menyaingi American Dream. Jika American Dream membawa kejayaan Amerika Serikat pada abad ke-20, maka Indonesian Dream melalui Pancasila akan mengantarkan Indonesia menjadi bangsa yang maju dan jaya pada abad ke-21.

Judul Buku : Indonesian Dream

Penulis : Elwin Tobing

Penerbit : Kompas

Tebal Buku : 464 halaman

ISBN : 978-602-412-446-5

Tag : resensi buku
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top