6 Desainer Indonesia akan Tampil di Paris Fashion Week Spring/Summer 2019

Enam desainer Indonesia akan tampil di ajang fesyen internasional, Paris Fashion Week Spring/Summer 2019 pada Selasa, 25 September 2018.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 21 September 2018 14:46 WIB
Enam Desainer Indonesia yang akan tampil di Paris Fashion Week Spring/Summer 2019 bersama dengan para model. Ki-Ka: Melia Wijaya, Lia Afif, Jeny Tjahyawati, Si.Se.Sa, Ratu Anita Soviah, dan Nila Baharuddin. - Bisnis/Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh

Bisnis.com, JAKARTA - Enam desainer Indonesia akan tampil di ajang fesyen internasional, Paris Fashion Week Spring/Summer 2019 pada Selasa, 25 September 2018.

Lima diantara tergabung dalam Modest Fashion Designer yaitu, Jeny Tjahyawati, Lia Afifi, Si.Se.Sa, Ratu Anita Soviah dan Nila Baharuddin.

Sedangkan Melia Wijaya merupakan perwakilan dari Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Surabaya.

Enam desainer tersebut akan menampilkan kekayaan budaya Indonesia pada 15 busana rancangannya masing-masing dengan mengusung tema yang berbeda.


1. Jeny Tjahyawati (Bali The Island Paradise)

Jeny Tjahyawati mengangkat tema 'Bali The Island Paradise'. Jeny mengangkat kain Tenun Endek dari Bali sebagai bahan utama rancangannya.

"Saya memadukan kain tenun endek ini dengan bahan viscose, silk, cotton, dan dipermanis drnhan renda. Dengan detail magic pattern, digital printing, untuk warna saya terinspirasi dari pewarna alami seperti kuning dari jeruk lemon, hijau dari daun suji, oranye dari Secang, merah dari angkak, ungu dari ubi merah, dan biru dari bunga teleng," tuturnya pada acara jumpa media 'Indonesian Modest Fashion Designer goes to Paris Fashion Week 2018' di Al-Jazeerah Restaurant & Function Hall, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Jumat (21/9/2018).

2. Si.Se.Sa (Fascinating Java)

Brand busana syari modern ini mengusung tema 'Fascinating Java' yang akan menampilkan busana dari Batik Kudus dengan motif Gunung Muria, Batik Pekalongan dengan ciri khas Jlamprang dan Kesenian Bordir Kota Tasikmalaya.

"Konsep desainnya feminim, sophicasted dan deluxe. Dengan menggunakan bahan fabric chiffon, jersey, dan tulle. Siluet dress-nya selalu flare dan click supaya tidak membentuk tubuh karena kan syari," papar Senaz, salah satu desainer Si.Se.Sa

3. Lia Afif (Chriolla Charmera)

Mengusung tema 'Chriolla Charmera' Lia Afif bersama dengan pemerintah kabupaten Jember akan menghadirkan batik Jember di Paris Fashion Week 2018.

"Konsep ide dasar pada rancangan kali ini didapatkan dari warna batik Jember yang sarat dengan warna coklat dan motif hasil bumi. Padu padan batik tulis Jember dikombinasikan dengan kain duchess, lace, Chiffon dan Organdi dengan warna yang ditampilkan adalah warna coklat, kopi dan tembakau," papar Lia.

4. Ratu Anita Soviah (Princess De La Songket).

Ratu Anita Soviah mengusung tema 'Princess De La Songket' yang membawa kain songket khas Palembang dengan motifkan Cino Flowers dan Silver Trays.

5. Nila Baharuddin (Empire Sevenths Heaven)

Mengusung tema yang terinspirasi dari warna-warna Empire Sevenths Heaven, Nila memilih kail silk hand woven dari Garut untuk ditampilkan pada ajang Paris Fashion Week 2018.

6. Melia Wijaya 'Wayang Kulit'

Berbeda dengan lima desainer lainnya, Melia Wijaya merupakan satu-satunya desainer busana non-modest yang tampil mengusung tema Wayang Kulit.

Pakaian yang ditampilkan Melia merupakan pakaian ready to wear yang terinspirasi dari tokoh wayang kulit Mahabarata.

"Saya mengambil detail dari siluet wayang dan gunungan yang saya print dan saya bordir lalu saya quliting agar tampak bervolume dan timbul sehingga siluetnya tampak menjadi hidup. Warna yang saya tampilkan adalah warna primer merah, hitam dan coklat," papar Melia.

Tag : Paris Fashion Week
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top