Kebiasaan Unik Dirut BPJS TK Agus Susanto, Menanam Gigi Anak di Berbagai Negara

Ada mitos yang berkembang di masyarakat, bila gigi seorang anak copot maka harus dibuang berlawanan tempat. Gigi bagian atas dibuang ke tanah dan gigi bagian bawah dilempar ke atap. Konon lewat cara itu, gigi si anak akan tetap tumbuh.
Dika Irawan | 22 September 2018 02:37 WIB
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto - Nur Faizah al Bahriyatul Baqiroh

Bisnis.com, JAKARTA-Ada mitos yang berkembang di masyarakat, bila gigi seorang anak copot maka harus dibuang berlawanan tempat. Gigi bagian atas dibuang ke tanah dan gigi bagian bawah dilempar ke atap. Konon lewat cara itu, gigi si anak akan tetap tumbuh.

Agus Susanto, Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan punya cara berbeda terkait hal itu.

Untuk gigi-gigi anaknya yang tanggal, Agus kumpulkan ke dalam toples kecil. Kemudian ketika berkesempatan mengunjungi kota-kota penting di berbagai negara, Agus menanamnya di area ikon-ikon penting kota-kota itu.

Ketika di Paris, Prancis, misalnya, Agus pernah menanam gigi anaknya yang tanggal di bawah menara Eifel. Di London, Inggris, Agus tanam gigi anaknya di sekitar Westminster Bridge. “Paling jauh saya pernah tanam di Islandia,” ujarnya kepada Bisnis belum lama ini.

Tiap kali menjalani hal itu, Agus pun tak lupa untuk mengabadikannya dalam bentuk foto sebagai kenang-kenangan. Kelak ketika anaknya beranjak dewasa, Agus bisa menceritakan hal tersebut. “Saya bisa ceritakan waktu dewasa, di ikon-ikon kota itu ada gigi kamu,” ujarnya.

Bagi Agus, hal ini bukan sekadar iseng-iseng melainkan caranya sebagai orang tua mendoakan anaknya. Dia berharap dengan menaruh gigi di berbgai negara, anaknya kelak memiliki pergaulan internasional. Selain itu, juga suatu saat anaknya dapat kembali mengunjungi gigi-giginya tersebut.

“Saya ingin anak saya pada waktu dewasa ada sesuatu yang diingatnya.”

Agus mengungkapkan kebiasaan unik ini terinspirasi dari ayahnya. Ketika masa kanak-kanak, Agus biasa diajak oleh ayahnya bekerja sebagai penyuplai berbagai barang.

“Sebagai penyuplai kapuk pabrik kasur, saya pernah diajak oleh mengumpulkan kapuk dari desa. Saya berangkat pagi dan pulang sore. Nah hal itu teringat oleh saya. Saya ingin anak saya juga begitu,” tuturnya.

Tag : bpjs ketenagakerjaan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top